https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
116
Jurnal Ekonomi Teknologi & Bisnis (JETBIS)
Volume 1, Number 3, November 2022
p-ISSN 2964-903X; e-ISSN 2962-9330
PENGEMBANGAN ALAT BANTU LATIHAN TENDANGAN MAWASHI GERI
PADA KLUB KARATE DOJO TANAH LAPANG BINJAI
Shinta Aprianti
1
, Zulpikar Ilham
2
Universitas Negeri Medan Indonesia
shintaaprianti054@gmail.com
1
2
ARTIKEL INFO:
Diterima:
6 November 2022
Direvisi:
17 November 2022
Disetujui:
17 November 2022
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat bantu latihan tendangan
mawashi geri dan menguji keefektifan alat bantu latihan tendangan mawashi geri
pada klub karate Dojo Tanah Lapang Binjai.Penelitian ini merupakan penelitian
pengembangan atau Research and Development (R&D).Penelitian
pengembangan alat bantu latihan tendangan mawashi geri ini divalidasi oleh 3
ahli yaitu, ahli materi dan ahli media serta ahli validasi bahasa instrumen
penelitian. Uji coba produk dilakukan pada Klub Karate Dojo Tanah Lapang
Binjai dengan total populasi sebanyak 30 responden yang terdiri dari 10
responden penelitian skala kecil dan 20 responden skala besar.Jenis
pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berbentuk kuesioner
(angket). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan alat bantu
latihan tendangan mawashi geri ini masuk ke dalam kategori Sangat Layak.
Hasil tersebut diperoleh dari hasil validasi a) ahli materi sebesar 94% kategori
Sangat Layak; b) ahli media sebesar 95% kategori Sangat Layak; c) ahli bahasa
instrumen penelitian sebesar 72% kategori Layak; d) uji coba produk skala kecil
sebesar 89% kategori Sangat Layak; dan e) uji coba pemakaian skala besar
sebesar 91% kategori Sangat Layak. Simpulan penelitian ini adalah terciptanya
produk akhir alat bantu latihan tendangan mawashi geri dengan melalui tahap
antara lain: identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk,
pembuatan produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk,
dan uji coba pemakaian dan produk akhir dari penelitian ini telah dinyatakan
Sangat Layak serta efektif sebagai alat bantu latihan tendangan mawashi geri.
Kata kunci: Alat Bantu, Tendangan Mawashi Geri
ABSTRACT
The purpose of this study was to develop a mawashi geri kick training tool and
test the effectiveness of the mawashi geri kick training tool at the Tanah Lapang
Binjai Dojo karate club.This research is a research development or Research and
Development (R&D). The research on the development of mawashi geri kick
training aids was validated by 3 experts, namely, material experts and media
experts as well as language validation experts for research instruments. The
product trial was carried out at the Tanah Lapang Binjai Karate Dojo Club with
a total population of 30 respondents consisting of 10 small-scale research
respondents and 20 large-scale respondents. The type of data collection used in
this study was in the form of a questionnaire (questionnaire). The data analysis
technique in this research is descriptive quantitative. The results showed that the
development of the mawashi geri kick training aid was in the Very Appropriate
category. These results were obtained from the validation results of a) material
experts of 94% in the Very Eligible category; b) 95% of media experts in the
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 3 November ,2022
117
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
Very Eligible category; c) research instrument linguists 72% in the Eligible
category; d) small-scale product trials of 89% in the Very Eligible category; and
e) large-scale use trial of 91% in the Very Eligible category. The conclusion of
this study is the creation of the final product of the mawashi geri kick training
tool by going through the following stages: identification of potential and
problems, data collection, product design, product manufacture, design
validation, design revision, product trial, product revision, and usage trial. and
the final product of this research has been declared Very Appropriate and
effective as a training tool for mawashi geri kicks.
Keywords: Aid, Mawashi Geri . Kick
PENDAHULUAN
Olahraga karate merupakan suatu aktivitas fisik yang mana tujuannya adalah untuk mencapai
tujuan setinggi-tingginya dengan memaksimalkan keadaan baik individu maupun tim Karate adalah
olahraga kompetitif yang menjadi andalan Indonesia. Karate telah berkembang pesat hingga saat ini
(Haryanta & Sujatmiko, 2012). Karate di Indonesia bernaung di bawah Federasi Olahraga Karate-
do Indonesia (FORKI) sedangkan untuk internasional adalah World Karate Federation (WKF). Jadi
peraturan pertandingan yang berlaku saat ini berdasar dari WKF. Prestasi seorang atlet merupakan
bentuk gabungan dari beberapa komponen yang telah dilatih, komponen tersebut meliputi kualitas
fisik dari seorang atlet, teknik yang telah di latih, taktik yang diterapkan, serta kematangan mental
atlet tersebut (Bangun, 2019). Jadi komponen tersebut saling berhubungan dan tidak boleh
diremehkan salah satunya, apabila salah satunya tidak terpenuhi maka sasaran latihan tidak akan
terpenuhi. Meskipun berhubungan, namun pembahasan dari setiap komponen sudah dipastikan
berbeda. Menurut seorang ahli yang bernama (Oyama, Chikahisa, Ueha, Kanemaru, & Noda, 1996)
“Karate adalah suatu teknik membela diri dengan tangan kosong atau tanpa senjata”. Menurut
Suardhana yang dikutip dari jurnal karena hal tersebut, Karateka tidak hanya mempelajari kekuatan
fisik, tetapi juga mempelajari mental, spiritual, dan kepribadian. Melalui pendapat beberapa ahli
tersebut dapat disimpulkan bahwa karate adalah olahraga beladiri yang menggunakan tangan kosong
(tanpa alat apapun) dan dapat membentuk kepribadian, kedisiplinan dan karakter (Wiyanto &
Widiyatmoko, 2020).
Maka dari itu, peneliti melakukan observasi guna melihat rangkaian kihon yang dilakukan
pada Klub Karate Dojo Tanah Lapang Binjai. Berdasarkan observasi peneliti yang dilakukan di Klub
Karate Dojo Tanah Lapang Binjai pada tanggal 11 Februari 2022 sampai 18 Februari 2022 pada hari
Selasa dan Kamis pada pukul 16.00 WIB. Peneliti melihat permasalahan yaitu teknik tendangan
mawashi geri yang masih belum baik serta belum terarahnya tendangan mawashi geri dari para atlet
ditandai dengan kaki yang belum tepat mengenai punggung atau kepala sasaran atau atlet jika
tendangan tersebut dilakukan secara berpasangan (Aprianti, 2022). Ada juga beberapa atlet yang
malas mengangkat tungkai dengan sempurna artinya masih setengah dan cara mengangkat tungkai
yang kurang sempurna. Selain itu, akhir dari tendangan tersebut juga kurang baik karena atlet tidak
menarik kembali tungkainya melainkan dijatuhkan kelantai saja, serta tidak adanya alat bantu latihan
untuk tendangan mawashi geri pada saat proses latihan (Redyantanu, 2017). Lalu peneliti bertanya
dan mewawancarai salah satu pelatih dan bertanya tentang atlet yang berani melakukan tendangan
mawashi geri pada saat pertandingan dan pelatih mengatakan bahwa beberapa yang bermain kumite
masih belum yakin menggunakan tendangan mawashi geri pada saat pertandingan, padahal
Pengembangan Alat Bantu Latihan Tendangan Mawashi Geri
Pada Klub Karate Dojo Tanah Lapang Binjai
Vol 1, No 3 November ,2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
118
tendangan mawashi geri salah satu cara mendapatkan poin karena bobot poin tendangan mawashi
geri cukup tinggi dan peneliti juga bertanya tentang ketersediaan alat bantu yang spesifik untuk
latihan tendangan mawashi geri namun, alat yang saat ini masih ada hanya punching yang digunakan
tidak hanya tendangan namun juga pukulan (Purba, 2017).
Tujuan dari observasi dan wawancara tersebut guna mengetahui bagaimana proses latihan
tendangan mawashi geri serta pemanfaatan alat bantu latihan tendangan mawashi geri di Dojo Tanah
Lapang Binjai. Pada bidang olahraga, seorang pelatih dianggap seorang ahli yang mempunyai tugas,
membina, membimbing serta mengarahkan atlet untuk berprestasi dengan cara mewujudkan usaha
dengan maksimal. Seperti yang dikemukakan Sabbarudin Yunis Bangun “Pelatih merupakan salah
satu orang dibalik layar yang mampu mengangkat secara perlahan tapi pasti level prestasi atlet
tersebut, mulai dari tahap pemula sampai si atlet tersebut menjadi atlet elit nantinya. Pelatih yang
berkualitas diharapkan akan melahirkan prestasi yang berkualitas juga yang kesemuanya akan di
dapat melalui latihan yang berkualitas tentunya”. Selain itu menurut buku Kamus Olahraga
menyatakan bahwa pelatih merupakan orang yang bertanggung jawab melatih tim serta
mengarahkan gerakan dari setiap pemain (Abriyanti, 2020).
Strategi dari pelatih karate Dojo Tanah Lapang Binjai untuk memperbaiki tendangan mawashi
geri dari para atletnya adalah melakukan drill latihan tendangan salah satunya tendangan mawashi
geri untuk membuat atlet merasa terbiasa Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian terhadap alat bantu berguna memperbaiki teknik tendangan
mawashi geri dari atlet di Dojo Tanah Lapang Binjai. Dilihat dari penelitian sebelumnya tentang alat
bantu latihan, ada sebuah alat bantu latihan tendangan depan (Sasmita, 2020). Kelebihan dari alat
tersebut merupakan alat bantu yang sederhana namun memiliki manfaat yang sangat besar tanpa
disadari oleh orang lain, ide baru tersebut membuat alat bantu tentang beladiri semakin kaya, namun
disetiap penelitian pasti memiliki kekurangan. Berdasarkan penelitian tersebut peneliti melihat ada
kekurangan dalam alat tersebut, yaitu alat tersebut tidak memiliki target sehingga membuat alat
tersebut seakan kurang sempurna. Maka dari itu, jika sebuah alat tidak memiliki target maka
tendangan yang dihasilkan hanya sebatas untuk melewati rintangan yang diberikan. Namun, jika alat
tersebut memiliki target maka selain teknik yang benar, sasaran juga tepat seakan-akan memang ada
lawan yang harus dicapai. Berangkat dari kekurangan alat sebelumnya, maka peneliti memiliki ide
untuk mengembangkan alat tersebut untuk menjadi lebih baik dan sempurna lagi. Selain berguna
untuk memperbaiki teknik tendangan mawashi geri, alat bantu latihan ini juga menambah media
latihan pada klub karate dojo Tanah Lapang Binjai serta produk alat bantu latihan tendangan
mawashi geri ini nantinya juga memudahkan pelatih dan bisa saja dikreasikan menjadi beberapa
variasi latihan sesuai dengan kreatifitas dari pelatih guna menunjang proses latihan tendangan
mawashi geri pada atlet dojo Tanah Lapang Binjai.
METODE PENELITIAN
Uji coba pada penelitian dan pengembangan ini adalah para atlet dari Klub Karate Dojo
Tanah Lapang Binjai, dan ada beberapa tahapan dalam uji coba ini. Tahapan uji coba kelompok
kecil sebanyak 10 orang atlet, dan uji coba kelompok besar sebanyak 20 orang atlet. Waktu
penelitian ini yaitu pada bulan Juni hingga Juli. Atlet-atlet tersebut yang akan mencoba langsung
produk tersebut. Teknik penentuan sampel penelitian pengembangan ini adalah metode purposive
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 3 November ,2022
119
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
sampling. Menurut (Prof Sugiyono, 2011) purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel
dengan menentukan beberapa kriteria . Yang selaras dengan pendapat Arikunto dalam jurnal
yang menyatakan bahwa purposive sampling adalah teknik pengumpulan data non-acak, karena
subjek penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu.
Tabel 1
Subyek Uji Coba
NO
SKALA
JUMLAH
1
KECIL
10 ATLET
2
BESAR
20 ATLET
Penelitian ini berjenis penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya adalah
Research and Development. Pengembangan memegang salah satu peranan penting di dalam
bidang olahraga. Pengembangan dalam bidang olahraga sangat meluas, contohnya bisa berupa
pengembangan aturan permainan, pengembangan variasi maupun pengembangan sarana dan
prasarananya. Pengembangan ialah penerapan ilmu pengetahuan dan usaha meningkatkan ilmu
kemampuan secara sistematis guna memberikan solusi dari suatu masalah melalui pendidikan
dan latihan, dan tidak terkecuali di olahraga.
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan alat bantu latihan tendangan
mawashi geri. Alat bantu latihan ini nantinya bisa menjadi salah satu sarana pada karate untuk
melatih tendangan mawashi geri. Pengembangan alat bantu latihan tendangan mawashi geri ini
melibatkan klub karate Dojo Tanah Lapang Binjai. Menurut (P. D. Sugiyono, 2019) langkah-
langkah dalam penelitian dan pengembangan ialah: Potensi dan masalah, pengumpulan data,
desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian,
revisi produk final, dan produk masal.
Berdasarkan pendapat (P. D. Sugiyono, 2019), penelitian pengembangan atau research and
development (R&D) adalah aktifitas riset dasar untuk mendapatkan informasi kebutuhan
pengguna (needs assessment), kemudian dilanjutkan kegiatan pengembangan (development)
untuk menghasilkan produk dan mengkaji keefektifan produk tersebut. Berdasarkan pendapat
dalam jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan yang dimaksud dengan penelitian dan pengembangan
adalah pendekatan penelitian untuk menciptakan produk baru atau menyempurnakan produk
yang sudah ada. Penelitian dan pengembangan adalah metode untuk menciptakan produk
tertentu, meningkatkan produk yang ada, dan menguji efektivitas produk tersebut. Penelitian dan
Pengembangan merupakan dua kata yang saling berkaitan, karena harus adanya observasi terlebih
dahulu untuk menganalisis kebutuhan di lapangan lalu ada pengembangan berupa realisasi
kebutuhan di lapangan.
Berdasaran paparan diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan
(Research dan Depelopment) ialah suatu kegiatan penelitian yaitu observasi secara langsung
untuk menelaah apa kebutuhan yang ada di lapangan yang kemudian direalisasikan dengan
menghasilkan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada dan di perbaharui
dengan tetap mempertimbangkan tujuan dari suatu produk tersebut.
Metode penelitian dan pengembangan lazim di bidang ilmu alam dan teknik, seperti
Pengembangan Alat Bantu Latihan Tendangan Mawashi Geri
Pada Klub Karate Dojo Tanah Lapang Binjai
Vol 1, No 3 November ,2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
120
otomotif dan obat-obatan. Namun, tidak hanya sampai disitu peran dari penelitian dan
pengembangan di bidang ilmu. Selain itu, metode ini juga sudah menjerumus kepada kepelatihan,
dimaksudkan agar dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana latihan dari suatu cabang
olahraga. Oleh karena itu, juga dapat digunakan dalam bidang kepelatihan. Penelitian bermaksud
untuk mengembangkan suatu produk berupa alat latihan tendangan mawashi geri pada karate.
Tahapan penelitian dan pengembangan yang akan dilalui penulis menggunakan metode
penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu menurut Sugiyono (Sugiyono,
2019: 298) langkah-langkah metode penelitian dijelaskan pada gambar dibawah ini:
Gambar 11 Langkah-Langkah Metode Penelitian Dan Pengembangan
(Sumber: Sugiyono, 2019 : 298)
Metode pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini adalah menggunakan
format angket (kuesioner). Kuesioner merupakan salah satu bentuk alat pengumpulan data
yang sangat fleksibel, relatif mudah digunakan, dan mampu menjangkau sejumlah besar
responden. Menurut (Prof Sugiyono, 2011) Kuesioner adalah teknik pengumpulan data di
mana responden disajikan dengan serangkaian pertanyaan atau tanggapan tertulis. Kuesioner ini
dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka. Berdasarkan buku Metode
Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan kuesioner tertutup memiliki opsi
jawaban tetap sejak awal, memungkinkan responden untuk memilih dari opsi terlampir, sementara
kuesioner terbuka memberi responden kesempatan untuk mengungkapkan pendapat tentang
masalah sesuai dengan pandangan dan kemampuan responden.
Menurut Bogdan yang dikutip dari (P. D. Sugiyono, 2019) menyatakan bahwa “Data
Analysis is the process of systemacally searching and arranging the interview transcripts,
fieldnoles, and others materials that you accumulateto increas to own understanding of them and
to enable you to present what you have discovered to other.” Analisis data adalah proses mencari
dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain, sehingga dapat diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah teknik analisis deskriptif, yaitu dengan
mendeskripsikan dan menginterpretasikan data dari masing-masing komponen. Data yang
diperoleh dari hasil pengumpulan data adalah deskriptif kuantitatif. Setelah data terkumpul
semuanya, kemudian data dianalisis menggunakan analisis statik deskriptor, berupa
persyaratan Sangat Layak, Layak, Cukup Layak, Tidak Layak, dan Sangat Tidak Layak yang
nantinya diubah menjadi data kuantitatif dengan skala penskoran 1 sampai 5. Lalu, hasil dari uji
Vol 1, No 3 November ,2022
Vol 1, No 3 November ,2022
121
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
coba produk tersebut dipresentase. Teknik ini digunakan agar peneliti dapat menganalisis data
kuantitatif dari penyebaran kuesioner dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan :
𝑃 = 𝑥
𝑥i
𝑥 100%
P = Persentase Hasil Evaluasi Subyek Uji
Coba x = Jumlah jawaban skor oleh subyek
uji coba
xi = Jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji
coba. 100% = Konstanta
Tabel 2
Skala Presentse
Presentase
Pencapaian
Interprestasi
81% - 100%
Sangat Layak
61% - 80%
Layak
41% - 60%
Cukup Layak
21% - 40%
Tidak Layak
0% - 20%
Sangat Tidak
Layak
Sumber: Menurut (P. D. Sugiyono, 2019)
Tahapan untuk menganalisis data dari angket yaitu:
1.
Angket yang telah diselesaikan diperiksa kelengkapannya.
2.
Lalu hitung persentase dari setiap sub variabel dengan rumus perhitungan persentase skor
3.
Lalu setelah mendapatkan persentase kemudian ditransformasikan ke tabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil yang diperoleh peneliti adalah ada alat yang mendukung proses latihan
tendangan mawashi geri yaitu punching yang digunakan juga dalam latihan pukulan karate.
Punching yang dimiliki oleh dojo ini juga terbatas sehingga pemanfaatannya harus bergantian
serta variasi yang diberikan sudah umum. Jadi alat bantu yang dimiliki dojo tersebut tidak
spesifik hanya untuk tendangan terkhusus tendangan mawashi geri. Selain itu, peneliti juga
melihat bahwa peran pelatih sangat penting didalam latihan, dengan adanya pelatih maka akan
lebih sistematis dan teratur dalam proses latihan.
KESIMPULAN
Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah alat bantu latihan tendangan
mawashi geri. Hasil akhir dari ahli materi dengan rata-rata nilai 94%, ahli media dengan rata-
rata nilai 95% dan ahli bahasa instrumen penelitian dengan rata-rata nilai 72%. Hasil uji coba
produk dengan rata-rata nilai 89% dan uji coba pemakaian produk dengan rata-rata nilai 91%.
Setelah mengetahui rata-rata nilai maka alat bantu latihan ini dapat dikategorikan Sangat
Layak. Alat bantu latihan ini juga dapat digunakan segala kondisi cuaca serta baik di lapangan
terbuka atau di dalam ruangan. Berdasarkan keseluruhan pembahasan tentang pengembangan
alat bantu latihan tendangan mawashi geri ini pada klub karate Dojo Tanah Lapang Binjai ini
dapat diajukan beberapa saran antara lain Untuk klub karate agar tersedia alat bantu latihan
Pengembangan Alat Bantu Latihan Tendangan Mawashi Geri
Pada Klub Karate Dojo Tanah Lapang Binjai
Vol 1, No 3 November ,2022
https://jetbis.al-makkipublisher.com/index.php/al/index
122
tendangan mawashi geri dan menambah kuantitas alat bantu agar latihan lebih teratur dalam
penggunaan alat bantu latihan pada klub karate Dojo Tanah Lapang Binjai.Kepada
penelitian berikutnya adanya pengembangan produk dari bahan-bahan yang dapat disesuaikan
untuk keadaan yang lebih spesifik serta dapat menyesuaikan ketinggian alat bantu latihan untuk
anak-anak agar dapat menggunakan produk ini dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abriyanti, Bella Putri. (2020). Pengaruh Media Audiovisual (Video) Terhadap Tendangan Mawashi
Geri Pada Ekstrakurikuler Karate Di Sman 1 Bangsal. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan
Kesehatan, 8(1).Google Scholar
Aprianti, Shinta. (2022). Pengembangan Alat Bantu Latihan Tendangan Mawashi Geri Pada Klub
Karate Dojo Tanah Lapang Binjai. Jurnal Ekonomi, Teknologi Dan Bisnis (Jetbis), 1(3), 116
121. Google Scholar
Bangun, Sabaruddin Yunis. (2019). Peran Pelatih Olahraga Ekstrakurikuler Dalam Mengembangkan
Bakat Dan Minat Olahraga Pada Peserta Didik. Jurnal Prestasi, 2(4), 2937. Google Scholar
Haryanta, Agung Tri, & Sujatmiko, Eko. (2012). Kamus Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan
Kesehatan. Pt. Aksarra Sinergi Media. Surakarta. Google Scholar
Oyama, Yasuo, Chikahisa, Lumi, Ueha, Toshiko, Kanemaru, Kaori, & Noda, Katsuhiko. (1996).
Ginkgo Biloba Extract Protects Brain Neurons Against Oxidative Stress Induced By Hydrogen
Peroxide. Brain Research, 712(2), 349352. Google Scholar
Purba, Pangondian Hotliber. (2017). Hubungan Kelentukan Dan Kelincahan Terhadap Kecepatan
Tendangan Mawashi Gery Chudan Pada Karateka Perguruan Wadokai Dojo Unimed. Jurnal
Prestasi, 1(1). Google Scholar
Redyantanu, Bramasta Putra. (2017). Idenfitication Of Social Approach Of Public Housing Design.
Jurnal Humaniora Kopertis 7, 14(2), 7782. Google Scholar
Sasmita, Novi Dwi. (2020). Upaya Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Tendangan
Mawashi-Geri Beladiri Karate Menggunakan Metode Drill Bagi Karate-Ka Inkado
Denbekang V-44-02 Mojokerto. Universitas Negeri Malang. Google Scholar
Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D
Dan Penelitian Pendidikan). Metode Penelitian Pendidikan. Google Scholar
Sugiyono, Prof. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Alpabeta, Bandung.
Google Scholar
Wiyanto, Agus, & Widiyatmoko, Fajar Ari. (2020). Analisis Gerak Tendangan Mawashi Geri Pada
Cabang Olahraga Karate Di Dojo Sma Negeri 1 Larangan Brebes. Journal Of Sport Coaching
And Physical Education, 5(1), 17. Google Scholar