PENGARUH DEBT TO ASSET RATIO (DAR) TERHADAP NET PROFIT MARGIN (NPM) PADA PT. TEMAS Tbk

 

 

Nurrabithatu Auliya, Alwi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

nurrabithatu.auliya13@gmail.com, alwi.stiebima@yahoo.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Agustus 2022

10 Agustus 2022

20 Agustus 2022

Latar Belakang : Transportasi laut memiliki peran yang penting untuk menjamin kelancaran mobilitas penduduk dan distribusi barang baik dalam negeri maupun luar negeri. Perusahaan pelayaran melakukan usaha jasa dalam bidang penyediaan ruangan kapal laut untuk kepentingan mengangkut muatan baik penumpang, hewan maupun barang

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan perusahaan.

Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua Variabel atau lebih yang mempunyai hubungan sebab akibat terhadap Variabel lainnya.

Hasil : Hasil penelitian ini, Keberhasilan perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan. Salah satunya dengan menggunakan Debt to Total Assets Ratio (DAR).

Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh debt to total asset ratio terhadap net profit margin pada PT. Temas Tbk periode 2009-2020, maka dapat di simpulkan bahwa Debt to Total Asset ratio (DAR) berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT.Temas Tbk.

 

Kata Kunci : Pengaruh Debt To Asset Ratio; Net Profit Margin; Perusahaan pelayaran

 

 

 

 

Abstract

 

Background: Sea transportation has an important role to ensure the smooth mobility of the population and the distribution of goods both domestically and abroad. Shipping companies carry out service businesses in the field of providing ship space for the purpose of transporting cargo, both passengers, animals and goods.

Objectives: This study aims to measure the success of the company.

Methods: The type of research used in this study is associative research, which is research that aims to determine the relationship between two or more variables that have a causal relationship with other variables.

Results: The results of this study, The success of the company can be measured using financial ratios. One of them is by using the Debt to Total Assets Ratio (DAR).

Conclusion: Based on the results of research and discussions that have been carried out regarding the effect of debt to total asset ratio on net profit margin in PT. Temas Tbk for the 2009-2020 period, it can be concluded that the Debt to Total Asset ratio (DAR) has a significant effect on the Net Profit Margin (NPM) of PT. Temas Tbk. Temas Tbk.

 

Keywords: Effect of Debt To Asset Ratio; Net Profit Margin; Shipping companies

*Correspondent Author : Nurrabithatu Auliya

Email : nurrabithatu.auliya13@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Transportasi laut memiliki peran yang penting untuk menjamin kelancaran mobilitas penduduk dan distribusi barang baik dalam negeri maupun luar negeri. Pelabuhan laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung aktivitas perekonomian di suatu wilayah yang mengandalkan moda transportasi laut. Perusahaan pelayaran melakukan usaha jasa dalam bidang penyediaan ruangan kapal laut untuk kepentingan mengangkut muatan baik penumpang, hewan maupun barang (Nawir & Mansur, 2018). Peningkatan kemampuan dalam memperoleh laba dapat melalui pengelolaan manajemen yang tepat, salah satunya dengan indikator yang dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya adalah dengan melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba perusahaan diperiode tertentu. Persaingan usaha yang semakin kuat diera globalisasi ini dapat memaksa perusahaan untuk berusaha lebih kuat dalam mempertahankan keberlangsungan usaha dengan berbagai starategi yang telah dirancang.

Salah satu cara untuk mengukur kinerja perusahaan ialah dengan melihat kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba dan aset perusahaan (Barus, Sudjana, & Sulasmiyati, 2017). Dalam praktiknya laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan dan yang berhubungan dengan hasil kinerja perusahaan untuk yang berkepentingan dalam perusahaan tersebut. Keberhasilan perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan. Salah satunya dengan menggunakan Debt to Total Assets Ratio (DAR). Menurut penelitian (Hery & Si, 2016) Debt to Total Asset Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total asset. Debt to Asset Ratio bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap dan untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal. Rasio keuangan lainnya yang juga digunakan untuk pengukur keberhasilan perusahaan adalah Net Profit Margin (NPM). Net Profit Margin merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. Semakin tinggi nilai Net Profit Margin maka Investor akan semakin menyukai perusahaan tersebut karena menunjukkan bahwa perusahaan mendapatkan hasil yang baik. Menurut (Kasmir, 2015) Net Profit Margin merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas penjualan.

Objek perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Temas Tbk yang dahulu di kenal dengan PT. Pelayaran Tempuran Emas tbk atau dikenal sebagai Temas Line bergerak dalam bidang transportasi domestik dan Internasional untuk mengangkut penumpang, kargo dan hewan melalui kapal, bertindak sebagai agen dalam bisnis pelayaran yang terdaftar di bursa efek Indonesia. PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk Didirikan di Jakarta pada 17 September 1987, PT Pelayaran Tempuran Emas merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang merintis pelayanan pengiriman barang dalam peti kemas melalui jalur laut. Perseroan sangat unggul dan mumpuni dalam pelayanan transportasi peti kemas dan jasa bongkar muat peti kemas serta pengelolaannya dalam skala nasional. Hal ini semakin diperkuat dengan dukungan dari entitas anak dan afiliasi yang kokoh. Pada tahun 2003 melalui deklarasi TEMAS Line sebagai perusahaan terbuka. Dengan mencatatkan namanya pada bursa saham dengan kode TMAS, Perseroan menawarkan sebanyak 451.000.000 lembar sahamnya pada 25 Juni 2003. Maka, secara resmi per tanggal 9 Juli 2003, TEMAS Line efektif menjadi perusahaan pengangkutan peti kemas nasional pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan berubah nama menjadi PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk.

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk menjadi pionir dalam industri pelayaran nasional, Perseroan mengawali kegiatan operasional pengangkutan peti kemas dengan menggunakan kapal sewaan. Namun seiring perkembangan usahanya, Perseroan terus berbenah diri, meningkatkan kompetensi, memperbanyak armada serta memperluas jangkauan layanan. Hasilnya, Perseroan kini telah menjadi perusahaan terkemuka dalam industri pelayaran nasional Indonesia yang mengusung armada kapal modern, serta memiliki sarana pelabuhan tersendiri. Keunggulan layanan TEMAS Line lainnya adalah keberadaan berbagai peralatan berat penunjang kegiatan bongkar muat kontainer, seperti Harbour Mobile Crane (HMC) tipe HMK 260E, Reach Stakers, Empty Container Handler dan Container Forklift demi menjamin efisiensi dan ketepatan waktu pengiriman. Adapun langkah pengembangan sekaligus upaya peningkatan mutu pelayanan kepada para pelanggan, pada tahun 2013 Perseroan menambah 2.500 unitfood grade container yang dikhususkan untuk mengangkut produk makanan, minuman dan farmasi. Kemudian di tahun 2014, Perseroan menambah 1 unit kapal dengan kapasitas sebesar 1.560 TEUs, dan menambah 4.000 unit container. Sehingga pada akhir tahun 2014, Perseroan diperkuat dengan jumlah armada kapal berjumlah 22 unit kapal dengan kapasitas sebesar 12.838 TEUs. Selain itu, jumlah kontainer peti kemas yang dimiliki Perseroan kini mencapai 24.854 unit (PT Tempuran Emas Tbk, 2019). Berikut ini adalah data Kondisi Hutang, Asset dan Laba Bersih, serta Penjualan dari PT. Temas Tbk.

Tabel 1

Data PT.TemasTbk 2009-2020 (Dalam Jutaan Rupiah)

 

Tahun

Total hutang

Total asset

Laba bersih setelah pajak

Penjualan

2009

1.279.975

1.608.976

-178.950

988.306

2010

1.068.369

1.287.714

-114.457

967.640

2011

756.671

999.799

26.598

958.477

2012

1.184.953

1.533.857

119.987

1.086.246

2013

1.334.260

1.670.515

70.820

1.383.575

2014

1.092.954

1.626.838

203.631

1.522.131

2015

967.395

1.782.061

317.174

1.621.364

2016

1.530.987

2.525.662

231.521

1.671.905

2017

1.895.434

2.918.378

533.582

2.000.911

2018

1.768.011

2.837.426

34.819

2.320.005

2019

2.082.994

3.266.151

100.615

2.512.269

2020

2.626.095

3.837.040

52.214

2.669.618

Sumber : Laporan Keuangan Tahunan PT. Temas Tbk

 

Berdasarkan pengamatan laporan keuangan perusahaan PT. Temas Tbk pada Tabel 1 di atas dari  tahun 2009-2020. Kondisi total hutang menunjukkan bahwa untuk tahun 2009-2018 mengalami kenaikan dan penurunan, hanya di tahun 2019 kemudian mengalami peningkatan yang sangat tinggi pada tahun 2020, hal ini menunjukkan bahwa PT. Temas Tbk masih sangat bergantung pada modal eksternal yaitu pinjaman dari pihak kreditur untuk mendanai kegiatan usahanya. Ke tidak stabilan keuangan di tahun 2019 dan 2020, juga di tunjukkan pada laba bersih perusahaan, yang di mana pada tahun 2019 dan 2020 laba perusahaan mengalami kenaikan dan penurunan. Ke tidak stabilan total hutang dan laba bersih pada tahun 2019 dan 2020 tidak mempengaruhi penjualan. Total penjualan justru terus mengalami kenaikan yang stabil pada setiap tahunnya yaitu 2009-2020. Berdasarkan dari uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul “Pengaruh Debt to Asset Ratio Terhadap Net Profit Margin pada PT.Temas Tbk. Berdasarkan latar belakang di atas dapat di identifikasi masalah Laba bersih setelah pajak pada PT. Temas Tbk mengalami Fluktuatif pada tahun 2009- 2020. Total hutang pada PT. Temas Tbk mengalami fluktuatif pada tahun 2009-2020.

A.   Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan gambaran kegiatan yang dilakukan guna mencapai tujuan bisnis pada kurun waktu tertentu. Kinerja perusahaan dapat diukur dengan melakukan Analisa dan evaluasi atas laporan keuangan di masa lalu dan digunakan untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa yang akan datang (Putra, Darwis, & Priandika, 2021).

B.   Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan adalah menguraikan akun-akun laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Harahap, 1998). Laporan keuangan merupakan laporan yang mampu menunjukkan perkembangan posisi finansial (Putra et al., 2021). Laporan keuangan ini memiliki arti yang sangat   penting bagi suatu perusahaan, karena laporan keuangan dapat mencerminkan kinerja yang terlah dicapai oleh perusahaan pada periode tertentu.

C.   Debt to Asset Ratio (DAR)

Debt to Total Asset Ratio (DAR) merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva (Perbankan, 2014). Menurut (Hery & Si, 2016) Debt to Total Asset ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total asset. Tujuan dari Debt to Total Asset Ratio adalah untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lain dan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga) serta untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva tetap dengan modal. Menurut Reeve (2012) utang usaha berasal dari pembelian atau jasa untuk digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan atau untuk membeli persediaan untuk dijual kembali (barang dagang). Menurut Sutrisno (2017) DAR (debt to asset ratio) adalah: “Rasio hutang dengan total aktiva yang bisa disebut rasio hutang (debt ratio), mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari hutang.

Hutang adalah semua hutang yang dimiliki oleh perusahaan baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Kreditor lebih menyukai debt ratio yang lebih renda sebab tingkat keamanan dana menjadi semakin baik” Menurut (Irham, 2014) Debt to Total Assets Ratio adalah rasio yang melihat perbandingan utang perusahaan, yaitu diperoleh dari perbandingan total utang dibagi total asset, Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio ini mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kreditur lebih menyukai Total Debt to total Assets Ratio atau Debt Ratio yang rendah sebab tingkat keamanannya semakin baik. Untuk mengukur besarnya Debt to Total Asset Ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

D.   Net Profit Margin (NPM)

Menurut (Hayati, Simbolon, Situmorang, Haloho, & Tafonao, 2019) net profit Margin merupakan rasio yang dapat mengukur suatu tingkat keuntungan dalam mengelola perusahaan pada tingkat penjualan. Menurut (Sitanggang, 2014) menyatakan bahwa net profit margin merupakan rasio yang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan bersih perusahaan dari setiap penjualannya, artinya di sini telah memperhatikan biaya operasi, bunga dan pajak perusahaan. Menurut (Sugiono & Untung, 2016) net profit margin menunjukkan beberapa keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan. Jika profit margin suatu perusahaan lebih rendah dari rata-rata industrinya, maka hal ini dapat disebabkan oleh harga jual perusahaan lebih rendah dari pada perusahaan pesaing. Menurut (Irham, 2014) rasio net profit margin disebut juga dengan rasio pendapatan terhadap penjualan margin laba bersih sama dengan laba bersih dibagi dengan penjualan bersih. “Menurut (Kasmir, 2015) Net Profit Margin merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas penjualan”.

Menurut (SHABRINA, 2020), Adapun beberapa Tujuan Net Profit Margin antara lain: Untuk mengukur dan menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu (laba bersih setelah pajak), Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang dan Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu menurut (Harahap, 2015) profit margin menunjukkan berapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa net profit margin adalah rasio yang mengukur laba bersih terhadap penjualan yang diperoleh oleh perusahaan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan penjualan (Simanjuntak, Sipayung, Sinaga, Permana, & Hutahaen, 2019). Adapun rumus rasio net profit margin menurut  (Fahmi, 2015) adalah sebagai berikut:

E.   Pengaruh Debt to Total Asset Ratio terhadap Net Profit Margin

Menurut penelitian (Widasari & Farihat, 2015) dan Penelitian (SHABRINA, 2020) menyatakan bahwa Debt to Asset Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin Artinya, Semakin tinggi Nilai Debt to Asset Ratio yang digunakan dalam proses kegiatan operasional perusahaan dan Perusahaan tidak mampu memaksimalkan secara efektif maka dapat menurunkan Nilai Net Profit Margin perusahaan, karna sebagian Laba Bersih dari hasil Pendapatan atau Penjualan perusahaan akan dialokasikan untuk membayar beban bunga pinjaman.

F.   Hipotesis Penelitian

Pengujian hipotesis dilakukan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh Debt to Total Asset terhadap Net Profit Margin. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji t. Untuk menguji hipotesis tersebut maka terlebih dahulu dicari t hitung kemudian dibandingkan dengan t tabel. Adapun hipotesisnya sebagai berikut :

H1 : Debt to Total Asset Ratio berpengaruh terhadap Net Profit Margin.

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua Variabel atau lebih yang mempunyai hubungan sebab akibat terhadap Variabel lainnya (Dr Sugiyono, 2017). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daftar tabel berupa data laporan keuangan pada PT. Temas Tbk. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT.TEMAS Tbk selama 17 Tahun di mana mulai ter-publish nya di IDX tahun 2003-2020. Dalam penelitian (MULYATI, 2022) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek ataupun subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian dapat ditarik kesimpulannya. Populasi berkaitan dengan data-data, jika seorang manusia memberikan suatu data, maka ukuran atau banyaknya populasi akan sama banyaknya manusia. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, sampel yang digunakan berupa data laporan keuangan selama 12 Tahun dari Tahun 2009 sampai dengan tahun 2022). Objek pada penelitian ini adalah laporan keuangan PT.Temas Tbk yang Laporan Keuangannya di Publish pada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs idx.co.id.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu (1) Studi Pustaka. Studi Pustaka merupakan alat pengumpulan data dengan cara mengadakan studi Pustaka yang berkaitan dengan objek penelitian, untuk memperoleh bahan kepustakaan terutama teori yang mendukung penelitian ini. (2) Dokumentasi. Dokumentasi merupakan pencatatan dari berbagai dokumen yang memperkuat analisis data penelitian yang dilakukan dengan meneliti data-data yang ada kaitannya dengan objek penelitian. Uji Regresi Sederhana adalah Uji analisis regresi adalah studi mengenai ketergantungan salah satu dependen (terikat) dengan salah satu atau lebih variabel independen (penjelas/ bebas) (Halin, Wijaya, & Yusilpi, 2017). Analisis ini digunakan untuk memenuhi hubungan yang ada antara Dua Variabel dalam hal ini antara Debt to Total Asset Ratio (DAR) terhadap Net Profit Margin (NPM). Uji Koefisien Korelasi analisis korelasi merupakan salah satu cara untuk mengetahui hubungan antara variabel. Dalam hal ini antara Debt to Total Asset Ratio (DAR) terhadap Net Profit Margin (NPM). Uji Koefisien Determinasi analisis determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh Debt tot Total Asset Ratio terhadap Net Profit Margin. Uji Hipotesis (Uji t) menurut (Priyatno, 2010) uji t atau uji parsial digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat digunakan pengujian koefisien regresi secara parsial (uji t), yaitu dengan membandingkan t hitung dan t tabel. Bila terjadi penerimaan Ho maka dapat disimpulkan suatu pengaruh adalah tidak signifikan, sedangkan bila Ho ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Pembahasan Hasil Analisis Data

1.    Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji one sample kolmogorov smirnov digunakan untuk mengetahui distribusi data, apakah mengikuti distribusi normal (Duwi, 2014). Hasil pengujian kenormalan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2

Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

DAR

NPM

N

 

12

12

 

Mean

697.500

0

58.3333

Normal Parametersa,b

 

 

Std.

Deviation

91.1138

1

124.4137

8

Most                       Extreme Differences

Absolute

.160

.197

Positive

.142

.107

Negative

-.160

-.197

Kolmogorov-Smirnov Z

 

.554

.683

Asymp. Sig. (2-tailed)

 

.919

.739

a.     Test distribution is Normal.

b.    Calculated from data.

Sumber : Data diolah menggunaka SPSS 2020

 

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,739 > 0,05 , hal ini menunjukan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal.

2.    Analisis Regresi Linear Sederhana

Menurut (Dr Sugiyono, 2013) mendefinisikan regresi linier sederhana adalah analisis yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Regresi digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas. Analisis regresi sederhana ini menggunakan SPSS V 20 dan diperoleh hasil Output sebagai berikut:

Tabel 3

Tabel Hasil Regresi Linear Sederhana Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

 

1

(Constant )

679.758

230.018

 

 

-.652

2.955

.014

 

DAR

-.891

.327

2.723

.021

a.  Dependent Variabel: NPM

 

Dari tabel diatas diperoleh persamaan regresi linear sederhana adalah sebagai berikut: Y= 679,758 - 0,891 X. Nilai Kostanta sebesar 679,758 artinya jika Debt To Asset Ratio nilainya konstan atau sama dengan nol maka Nilai Net Profit Margin PT.Temas Tbk adalah sebesar 679,758. Dan Nilai Koefisien Variabel Debt To Asset Ratio sebesar -0.891 artinya setiap kenaikan 1% Debt To Asset Ratio makan akan menurunkan Nilai Net Profit Margin  sebesar    0,891.

3.    Analisis Koefisien Korelasi

Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara korelasi kedua variabel dan ukuran yang dipakai untuk menentukan kekuatan hubungan korelasi tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data, maka hasilnya disajikan dalam Tabel di bawah ini:

Tabel 4

Hasil Koefsien Korelasi Debt to Total Asset Ratio dengan Net Profit Margin

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted     R Square

Std. Error of the Estimate

1

.652a

.426

.368

98.88445

a.  Predictors: (Constant), DAR

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 2020

 

Di lihat dari nilai R menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel bebas yaitu Debt to Total Asset Ratio memiliki hubungan yang kuat terhadap Net Profit Margin yaitu sebesar 0,652 atau 65,2%. Ini sesuai dengan tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi dibawah ini :

Tabel 5

Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi

Tingkat Hubungan

Interval Koefisien

Sangat Rendah

0,00 – 0,199

Rendah

0,20 - 0,399

Sedang

0,40 – 0,599

Kuat

0,60 - 0,799

Sangat Kuat

0,80 - 1.000

Sumber : (D. Sugiyono, 2013)

 

4.    Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh Debt to Total Asset Ratio terhadap Net Profit Margin. Berdasarkan hasil pengolahan data, maka hasilnya disajikan dalam Tabel di bawah ini:

Tabel 6

Hasil Koefsien Determinasi Debt to Total Asset Ratio dengan Net Profit Margin Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted         R

Square

Std. Error of

the Estimate

1

.652a

.426

.368

98.88445

a.  Predictors: (Constant), DAR

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 2020

 

Dari tabel di atas nilai koefisien determinasi di dapat sebesar 0,426 menunjukkan 42,6% pengaruh Debt to Total Asset Ratio terhadap Net Profit Margin pada PT. TemasTbk, sedangakan sisanya 57,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam Variabel yang di teliti dalam penelitian ini.

5.    Uji Hipotesis (Uji T)

Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS v 20 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7

Tabel hasil perhitungan Uji t Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

 

1

(Constant)

679.758

230.018

 

 

-.652

2.955

.014

 

DAR

-.891

.327

2.723

.021

a.            Dependent Variabel: NPM

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 2020

 

Berdasarkan tabel koefisien di atas di peroleh nilai thitung sebesar -2.723 yang artinya thitung lebih besar dari ttabel (2.723 > 2.2281) dengan nilai signifikasi variabel Debt to Total Asset Ratio sebesar 0,021 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa Debt to Total Asset Ratio berpegaruh signifikan terhada Net Profit Margin. Hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti yang dilakukan oleh (Widasari & Farihat, 2015) yang menunjukan bahwa Debt To Asset Ratio berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin. Hal ini juga berarti bahwa Jika Variabel Debt To Asset Ratio  dapat di tekan atau diturunkan Nilainya dengan memaksimalkan Pemanfaatan Asset Perusahaan dan meminimalisir Penggunaan Modal Kerja asing melalui pinjaman dari Kreditur maka Profitabilitas Perusahaan akan Menunjukan Trend yang Positif, karna tidak akan ada Sebagian Laba Perusahaan yang dialokasikan Untuk membayar beban Bunga Pinjaman Modal Dari Pihak Kreditur.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh debt to total asset ratio terhadap net profit margin pada PT. Temas Tbk periode 2009-2020, maka dapat di simpulkan bahwa Debt to Total Asset ratio (DAR) berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT.Temas Tbk. Bagi perusahaan diharapakan pihak perusahaan harus mampu mempertahankan dan meningkatkan efektifitas dalam hal pengelolaan aktivanya, perusahaan perlu memperhatikan peningkatan Debt to Asset Ratio untuk meningkatkan dan memperbaiki Net Profit Margin perusahaan dimasa akan datang, sehingga dapat menambah laba serta menarik lebih banyak investor. Bagi peneliti yang akan datang disarankan dapat menjadi manfaat dan dijadikan referensi untuk mengembangkan penelitian dengan jumlah rasio keuangan yang lain dan metode lain, sehingga dapat meningkatkan kualitas penelitian serta menggunakan jumlah debt to asset ratio yang lebih banyak dari rasio yang sekarang hal ini bertujuan memberikan hasil penelitian yang lebih baik lagi.

 

BIBLIOGRAFI

 

Barus, Michael Agyarana, Sudjana, Nengah, & Sulasmiyati, Sri. (2017). Penggunaan rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan (studi pada PT. Astra Otoparts, Tbk dan PT. Goodyer Indonesia, Tbk yang go public di bursa efek indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 44(1). Google Scholar

 

Duwi, Priyatno. (2014). SPSS 22: Pengolahan Data Terpraktis. Yogyakarta: CV Andi Offset. Google Scholar

 

Fahmi, Irham. (2015). Pengantar Manajemen Keuangan; Teori dan soal jawab. Google Scholar

 

Halin, Hamid, Wijaya, Hendry, & Yusilpi, Rinda. (2017). Pengaruh Harga Jual Kaca Patri Jenis Silver Terhadap Nilai Penjualan Pada Cv. Karunia Kaca Palembang Tahun 2004-2015. Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis Dan Manajemen, 2(2), 49–56. Google Scholar

 

Harahap, Sofyan Syafri. (1998). Analisis kritis atas laporan keuangan. Google Scholar

 

Harahap, Sofyan Syafri. (2015). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan (Rajawali Pers, ed.). Jakarta. Google Scholar

 

Hayati, Keumala, Simbolon, Antonius K. A. P., Situmorang, Sonya, Haloho, Iyuslina, & Tafonao, Iman Kristiani. (2019). Pengaruh Net Profit Margin, Likuiditas dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 3(1), 133–139. Google Scholar

 

Hery, H., & Si, M. (2016). Financial Ratio for Business. Jakarta: PT Grasindo. Google Scholar

 

Irham, Fahmi. (2014). Manajemen keuangan perusahaan dan pasar modal. Google Scholar

 

Kasmir, S. E. (2015). Studi Kelayakan Bisnis: Edisi Revisi. Prenada Media. Google Scholar

 

MULYATI, ASRAH. (2022). Deteksi Fraud Melalui Audit Pemerintahan Yang Efektif: Analisis Multigrup Gender Dan Tekanan Anggaran Waktu. Google Scholar

 

Nawir, Daud, & Mansur, Achmad Zultan. (2018). Karakteristik Pemilihan Moda Transportasi Rute Nunukan-Tarakan. Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 2(2), 148–155. Google Scholar

 

Perbankan, Kasmir Dr Dasar Dasar. (2014). Jakarta: Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Edisi Revisi. Google Scholar

 

Priyatno, Duwi. (2010). Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta: Gaya Media, 1. Google Scholar

 

Putra, Mirza Wijaya, Darwis, Dedi, & Priandika, Adhie Thyo. (2021). Pengukuran Kinerja Keuangan Menggunakan Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan (Studi Kasus: CV Sumber Makmur Abadi Lampung Tengah). Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi, 1(1), 48–59. Google Scholar

 

SHABRINA, NINA. (2020). Pengaruh Current Ratio Dan Debt To Assets Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Ndo Tambang Raya Megah Tbk (Periode 2008-2017). Jurnal Semarak, 3(2), 91–102. Google Scholar

 

Simanjuntak, Santi Warwati, Sipayung, Herianto, Sinaga, Annisa Nauli, Permana, Jaka, & Hutahaen, Thomas Firdaus. (2019). Pengaruh Struktur Modal, Net Profit Margin (NPM), Current Ratio (CR), Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2017. Jurnal Akrab Juara, 4(2), 38–54. Google Scholar

 

Sitanggang, John Pieter. (2014). Manajemen keuangan perusahaan. Jakarta: Mitra Wacana Media. Google Scholar

 

Sugiono, Arief, & Untung, Edy. (2016). Panduan Praktis Dasar Analisa Keuangan Edisi Revisi. Gramedia Widiasarana Indonesia. Google Scholar

 

Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Google Scholar

 

Sugiyono, Dr. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Google Scholar

 

Sugiyono, Dr. (2017). Prof, Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Bandung. Google Scholar

 

Widasari, Ela, & Farihat, Ihat. (2015). PENGARUH DEBT TO TOTAL ASSET RATIO TERHADAP NET PROFIT MARGIN PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal Studia Akuntansi Dan Bisnis, 3(3). Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).