Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 3, Maret 2022

 

PENGARUH FEE AUDIT, OPINI AUDIT DAN AUDIT DELAY TERHADAP AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG DAN KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2015-2020

 

Bambang Subiyanto, Kumba Digdowiseiso, Grace Artha Debora

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia

Email: bams.undip@gmail.com, kumba.digdo@civitas.unas.ac.id, graceartha12@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Fee Audit, Opini Audit, dan Audit Delay terhadap Auditor Switching pada Perusahaan Sektor Industri Barang dan Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2020. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data sekunder laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri barang dan konsumsi periode 2015-2020. Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik biner yang diolah menggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial ditemukan bahwa Fee Audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Auditor Switching, Opini Audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Auditor Switching, Audit Delay tidak berpengaruh terhadap Auditor Switching.

Kata Kunci: Auditor Switching, Fee Audit, Opini Audit, Audit Delay

 

Abstract

This study aims to examine empirically the effect of Audit Fees, Audit Opinion and Audit Delay on Auditor Switching on Consumer Goods Industry in Indonesia Stock Exchange in the Period 2015-2020. Data from secondary data annual financial statements of consumer goods industry in Indonesia Stock Exchange in the period 2015-2020. In taking the sample for this study using purposive sampling method. The data analysis technique used is binary logistic regression analysis that have been processed in SPSS 26. Based on the results of the study partially it was found that the Audit Fees has a negative and significant effect on Auditor Switching, Audit Opinion has a negative and significant effect on Auditor Switching, and Audit Delay does not affect on Auditor Switching      

 

Keywords:  Auditor Switching, Audit Fees, Audit Opinon, Audit Delay

 

Received: 2022-02-20; Accepted: 2022-02-05; Published: 2022-03-24

 

 

 

 

Pendahuluan

Perusahaan yang mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya harus mempertahankan kondisi, reputasi dan eksistensinya secara konsisten. Oleh karena itu, isi dari laporan keuangan harus relevan, faithful representation, mudah dimengerti, komparabilitas dan tepat waktu (Subiyanto, Digdowiseiso, & Mandasari, 2021). Kewajaran Laporan Keuangan yang dianggap netral setelah melewati audit oleh pihak yang dinilai mampu bersikap netral tersebut adalah auditor eksternal atau akuntan publik (KAP). Auditor merupakan pihak independen yang memiliki tugas untuk menilai kewajaran serta keandalan laporan keuangan dengan cara menerbitkan laporan keuangan auditan. Kinerja manajemen dapat dinilai secara independen oleh auditor KAP sehingga meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Auditor switching merupakan perilaku perusahaan yang melakukan pergantian auditor pada masa tertentu baik secara sukarela (voluntary) atau karena kewajiban (mandatory). Perikatan masa audit yang terlalu lama antara akuntan publik dengan klien dapat menimbulkan hal negatif, karena dalam hal tersebut dapat dianggap mempengaruhi independensi auditor yang berakibat pada opini yang diberikan. Salah satu kasus yang terjadi akibat adanya pergantian auditor secara sukarela yaitu terjadi pada perusahaan sektor industri barang konsumsi, pada PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) yang melakukan auditor switching selama dua tahun berturut-turut. Hal ini dikarenakan perusahaan terjerat kasus yang menyebabkan harus dihentikannya perdagangan efek secara sementara pada bulan Mei 2014 sampai dengan Juli 2014 dari seluruh pasar modal di Indonesia. (www.kontan.co.id). Karena kondisi yang kurang menguntungkan tersebut, PT Tri Banyan Tirta Tbk kembali melakukan auditor switching pada tahun 2016, dengan menunjuk auditor William Suria Djaja menggantikan Gideon Adi Siallagan yang hanya memberikan jasanya selama satu tahun buku (www.pasardana.id) Dengan demikian, penyebab dari dilakukannya auditor switching pada PT Tri Banyan Tirta adalah karena faktor dari auditeenya, bukan karena regulasi yang berlaku. Atas dasar fenomena tersebut, dapat disimpulkan bahwa PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) melakukan auditor switching secara voluntary (sukarela) dan tidak melakukan pergantian auditor sebagaimana mestinya sesuai regulasi atau peraturan yang berlaku.

Seiring dengan pertumbuhan KAP dan berbagai macam keahlian yang ditawarkan, pemerintah mengubah peraturan mengenai batas jasa audit yang diberikan, pembatasan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2015 (PP 20/2015). Faktor yang menyebabkan terjadinya auditor switching yang pertama adalah fee audit. Saat manajer merasa sudah tidak nyaman dengan fee audit yang mereka bayarkan, mereka akan mencoba untuk melakukan auditor switching sehingga dapat menemukan penawaran yang lebih baik dengan fee audit yang mereka tawarkan (Aprillia, 2013). Ketika fee audit melampaui batas toleransi yang ditetapkan perusahaan, perusahaan akan mencari auditor dengan penawaran fee audit yang lebih rendah meskipun mereka harus melepas auditor yang biasa mereka gunakan untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh (Susanti, 2015) menunjukkan bahwa fee audit berperngaruh positif terhadap auditor switching, Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Aghaei Chadegani, Muhammaddun Mohamed, & Jari, 2011; Arinta & Adiwibowo, 2013; Kholipah & Suryandari, 2019; Lestari & Nedya, 2019; Suyono & Nawawinetu, 2013) yang membuktikan bahwa fee audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching.

Faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya auditor switching adalah opini audit. Opini audit merupakan pendapat yang diberikan oleh auditor setelah pemeriksaan yang dilakukannya terhadap perusahaan klien untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen perusahaan. Opini audit merupakan penyebab auditor switching, ini terjadi karena perusahaan tidak menyetujui pendapat yang telah dilakukan auditor pada tahun sebelumnya. Umumnya, perusahaan mengharapkan opini audit tanpa pengecualian, karena pendapat WTP atas laporan keuangan akan berpengaruh terhadap keputusan investasi pihak eskternal, jika auditor menerbitkan opini selain wajar tanpa pengecualian (WTP) kepada perusahaan klien, maka semakin besar kecenderungan perusahaan tersebut untuk melakukan auditor switching. Penelitian yang dilakukan oleh (Darmayanti, 2017; Faradila & Yahya, 2016; Luthfiyati, 2016) menyatakan bahwa variabel opini audit berpengaruh terhadap auditor switching. Sedangkan penelitian (Pratini & Astika, 2013) menyatakan bahwa variabel opini audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching, serta (Salim, 2014) membuktikan bahwa opini audit tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Begitu juga dengan penelitian (Tisna & Suputra, 2017) juga menngatakan bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching.

Indikator lain yang dapat mendorong perusahaan melakukan auditor switching adalah audit delay. Audit delay adalah jarak waktu yang diukur berdasarkan lamanya hari dalam menyelesaikan proses audit oleh auditor independen dari tanggal tutup buku pada tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal yang tercantum dalam laporan auditor independen. Audit delay dapat menimbulkan rumor dari para pelaku pasar modal, serta merugikan para investor, yang pada akhirnya dapat membuat kondisi di pasar modal menjadi tidak menentu dan pasar ragu-ragu dalam pengambilan keputusan, sehingga merugikan perusahaan klien mendorong klien untuk melakukan pergantian auditor. Penelitian yang dilakukan oleh (Arisudhana, 2017) pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di BEI membuktikan bahwa audit delay berpengaruh positif pada auditor switching, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Zikra & Syofyan, 2019) membuktikan bahwa audit delay berpengaruh negatif terhadap auditor switching.

 

Metode Penelitian

Peneliti melakukan penelitian pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui media Internet dengan situs www.idx.co.id dengan demikian, peneliti akan menggunakan data yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dilihat melalui laporan keuangan perusahaan sektor industri barang konsumsi.

Populasi dalam penelitian ini diambil perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2020.

Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan judul judgement sampling.

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Uji Multikolinearitas

 

Tabel 1

Correlation Matrix

 

Constant

 

FEE

 

OPINI(1)

 

DELAY

Step 1

Constant

1.000

-.998

-.807

.051

FEE

-.998

1.000

.787

-.072

OPINI(1)

-.807

.787

1.000

-.212

DELAY

.051

-.072

-.212

1.000

Sumber: Data diolah SPSS 26

 

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinearitas dalam model, dapat dilihat dari tabel Correlation Matriks, yaitu apabila terdapat variabel bebas yang memiliki koefisien korelasi > 0,85 maka dikatakan model memuat multikolinearitas. Pada Tabel 1 menunjukkan korelasi antar variabel, syarat untuk melakukan pengujian terhadap multikolinearitas adalah dengan melihat koefisien korelasi antar variabel. Apabila koefisien dari antar variabel kurang dari 0.85 maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak memiliki unsur multikolinearitas.

Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa semua nilai yang didapat kurang dari 0.85, hal ini menunjukkan bahwa antar variabel tidak ada hubungan satu sama lain. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa model ini tidak mengandung unsur multikolinearitas.

B.  Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit Test)

 

Tabel 2

Iteration History a,b,c

 Step 0

1

68.505

1.152

2

68.212

1.305

3

68.211

1.312

4

68.211

1.312

a.  Constant is included in the model.

b.  Initial -2 Log Likelihood: 68.211

c.  Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than .001. Sumber: Data diolah SPSS 26, 2021

 

 

 

 

Iteration History a,b,c,d

 

 

 

Coefficients

 

Iteration

-2 Log likelihood

Constan t

 

FEE

OPINI(1

)

 

DELAY

Step 1

1

48.673

10.193

-.409

-2.179

.001

2

42.127

20.038

-.836

-3.273

.002

3

40.466

27.680

-1.166

-4.154

.002

4

40.269

31.193

-1.316

-4.592

.002

5

40.264

31.800

-1.342

-4.670

.002

6

40.264

31.816

-1.343

-4.672

.002

7

40.264

31.816

-1.343

-4.672

.002

a.     Method: Enter

b.    Constant is included in the model.

c.     Initial -2 Log Likelihood: 68.211

d.    Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: Data diolah SPSS 26, 2021

 

Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal (block number = 0) dengan nilai -2log likelihood pada akhir (block number = 1). Jika terdapat pengurangan nilai antara -2LL awal dengan -2LL akhir menunjukkan model yang dihipotesiskan fit dengan data (Ghozali, 2021).

Pada Tabel 2 diatas menunjukkan perbandingan nilai antara -2 log likelihood blok awal dengan -2 log likelihood  blok akhir. Dari Tabel 2 hasil perhitungan nilai -2 log likelihood terlihat bahwa nilai blok awal (Block Number = 0) sebesar 68.211 dan nilai -2 log likelihood terlihat bahwa nilai blok akhir (Block Number = 1) adalah 40.264, maka dalam hal ini terdapat menurunan sebesar 27.947 dengan adanya penerunan tersebut menunjukkan keseluruhan model regresi logistik yang digunakan adalah model yang baik atau model yang dihipotesiskan fit dengan data (Ghozali, 2021).

C.  Menguji Kelayakan Model Regresi (Goodness of Fit)

 

Tabel 3

Hosmer and Lemeshow Test

Step

Chi-square

df

Sig.

1

8.605

7

.282

Sumber: Data diolah SPSS 26

 

Goodness of fit merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji hipotesis nol bahwa data empiris dan empiris sesuai dengan model. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena sesuai dengan data observasinya (Ghozali, 2021).

Pada Tabel 3 menunjukkan hasil bahwa besarnya nilai statistik Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit adalah sebesar 8.605 dengan tingkat probabilitas signifikansi sebesar 0.282 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 sehingga H0 tidak dapat ditolak atau harus diterima karena model regresi mampu menjelaskan data. Berdasarkan hasil test diatas, dapat disimpulkan bahwa model mampu menjelaskan pengaruh fee audit (FEE), opini audit (OPINI), dan audit delay (DELAY) terhadap probabilitas auditor switching (SWITCH).

D.  Nagelkerke R-Square

Tabel 4

Model Summary

Step

-2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1

40.264a

.345

.536

a.  Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: Data diolah SPSS 26, 2021

 

Nagelkerke R-square adalah besarnya nilai koefisien determinasi dalam model regresi logistik. Semakin mendekati nilai 1 maka model dianggap semakin goodness of fit, sebaliknya jika semakin mendekati 0 maka model semakin tidak goodness of fit (Ghozali, 2021).

Berdasarkan hasil dari Tabel 4 dapat dilihat bahwa nilai Nagelkerke R- Square sebesar 0.536, ini membuktikan bahwa variabel independen dalam penelitian ini, yaitu fee audit, opini audit dan audit delay dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 53.6% sedangkan 46.4% lainnya dijelaskan oleh variabel lain.

E.   Model Regresi Logistik

Tabel 5

Variables in the Equation

 

Step 1a

FEE

-1.343

.479

7.849

1

.005

.261

OPINI(1

)

-4.672

1.332

12.298

1

.000

.009

DELAY

.002

.003

.447

1

.504

1.002

Constant

31.816

10.896

8.527

1

.003

6567464

9289196

.850

 

a.  Variable(s) entered on step 1: FEE, OPINI, DELAY. Sumber: Data diolah SPSS 26, 2021

Berdasarkan dari hasil Tabel 5 diatas terlihat nilai taksiran koefisien

modelnya, sehinggan didapatkan model regresi logistik sebagai berikut:

 

 

𝑨𝑺

 𝑳𝒏

 𝟏 − 𝑨𝑺

 = −𝟑𝟏. 𝟖𝟏𝟔 − 𝟏. 𝟑𝟒𝟑𝑭𝑬𝑬 − 𝟒. 𝟔𝟕𝟐𝑶𝑷𝑰𝑵𝑰 + 𝟎. 𝟎𝟐𝑫𝑬𝑳𝑨𝒀 + 𝒆

Keterangan:

𝑳𝒏  𝑨𝑺

𝟏𝑨𝑺 : Auditor Switching

 FEE : Fee Audit

OPINI : Opini Audit DELAY      : Audit Delay e      : error

Hipotesis 1: Fee Audit berpengaruh terhadap Auditor Switching

Berdasarkan dari Tabel 4.11, variabel fee audit (FEE) menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 1.343, dengan tingkat signifikan (p-value) sebesar 0.005 lebih kecil dari 𝖺 = 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa fee audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching.

Hipotesis 2: Opini Audit berpengaruh terhadap Auditor Switching

Berdasarkan dari Tabel 4.11, variabel opini audit (OPINI) menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 4.672, dengan tingkat signifikan (p-value) sebesar 0.000 lebih kecil dari 𝖺 = 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching.

Hipotesis 3: Audit Delay berpengaruh terhadap Auditor Switching

Berdasarkan dari Tabel 4.11, variabel audit delay (DELAY) menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0.002, dengan tingkat signifikan (p-value) sebesar 0.504 lebih besar dari 𝖺 = 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa audit delay tidak berpengaruh terhadap auditor switching.

F.   Pembahasan

a)   Pengaruh Fee Audit terhadap Auditor Switching

Fee audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Adli & Suryani, 2019) yang menyatakan bahwa fee audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Tetapi hasil penelitian ini bertentangan oleh penelitian yang dilakukan oleh (Suputra, n.d.) dan (Karliana, Suzan, & Yudowati, 2017) yang membuktikan bahwa fee audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching.

Dalam penelitian ini fee audit berbalik arah artinya fee akan membuat perusahaan tetap bertahan pada kepentingannya dan tidak akan terjadi pergantian auditor. Fee audit yang tinggi pada saat kondisi tertentu akan membuat perusahaan merasa terbebani, tetapi belum tentu dapat mempengaruhi keputusan perusahaan melakukan auditor switching, karena perusahaan beranggapan auditor atau KAP yang digunakan selama ini telah mengetahui dan mengerti kondisi perusahaan klien. Perusahaan juga beranggapan bahwa KAP dan auditor yang digunakan selama ini berkompeten dalam melaksanakan tugasnya dan merasa puas terhadap hasil audit yang diberikan, sehingga perusahaan belum tentu melakukan pergantian auditor walaupun fee yang ditawarkan oleh KAP tersebut tinggi, perusahaan beranggapan hal tersebut sesuai dengan hasil kerja yang diberikan auditor maupun KAP yang saat ini bertugas.

b)  Pengaruh Opini Audit terhadap Auditor Switching

Opini audit berpengaruh secara negatif signifikan terhadap auditor switching. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Palupi & Primasari, 2019) dan (Fakhri, Abbaszadeh, Dargahi, & Jorjani, 2018) bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan (Effendi & Rahayu, 2015) dan (Karliana et al., 2017) yang menyatakan bahwa opini audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching.

Dalam penelitian ini opini audit berbalik arah artinya tidak menjadikan alasan perusahaan untuk melakukan auditor switching, populasi dalam sampel ini yaitu perusahaan sektor industri barang konsumsi sudah terbiasa diaudit atau melakukan pengauditan yang mana tidak terpengaruh apapun opininya mereka tetap mempertahankan auditornya. Penelitian ini menunjukkan bahwa opini yang diterbitkan oleh auditor dapat dijadikan pertimbangan oleh perusahaan untuk melakukan pergantian atau tetap mempertahankan auditornya.

c)   Pengaruh Audit Delay terhadap Auditor Switching

Audit delay tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Widajantie & Dewi, 2020) yang menyatakan bahwa audit delay tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Hidayati, 2018) dan (Naili & Primasari, 2020) yang menyatakan bahwa audit delay berpengaruh positif terhadap auditor switching.

Dalam penelitian ini variabel audit delay gagal menemukan adanya pengaruh yang signifikan, peneliti menduga hal ini disebabkan karena pada umumnya sampel perusahaan dalam penelitian ini belum melewati batas ketentuan dari BAPEPAM yaitu selama 120 hari. Selain itu hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama atau tidaknya auditor menyelesaikan pekerjaannya tidak menjadikan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan auditor switching. Karena, apabila suatu perusahaan melakukan auditor switching, auditor pengganti memerlukan waktu untuk mengerti keadaan perusahaan klien atau bisa juga audit delay disebabkan oleh perusahaan klien yang terlambat untuk menyerahkan data-data laporan keuangan yang dibutuhkan oleh auditor, atau reputasi perusahaan tersebut sedang dalam kondisi yang bermasalah sehingga pekerjaan auditor mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut memerlukan pendalaman sehingga akan mengakibatkan audit delay dalam penerbitan laporan keuangan. Oleh karena itu tidak menjamin auditor baru dapat menyelesaikan pengauditan lebih cepat dari auditor lama.

 

 

 

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa : 1. Fee audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Hal ini menyatakan bahwa ketika fee audit yang ditawarkan oleh KAP melampaui batas toleransi yang ditetapkan perusahaan, tetapi belum tentu dapat mempengaruhi perusahaan melakukan auditor switching, karena perusahaan beranggapan auditor atau KAP yang digunakan selama ini telah mengetahui dan mengerti kondisi perusahaan klien. 2. Opini audit berpengaruh negatif terhadap auditor switching. Hal ini dikarenakan, perusahaan yang menggunakan jasa auditor baru akan menerima opini yang sama, atau opini yang tidak jauh berbeda dengan opini yang diberikan oleh auditor sebelumnya, karena auditor baru akan mencari informasi atas opini yang akan diberikan melalui informasi dari auditor lama. 3. Audit delay tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Hal ini menyatakan bahwa lama atau tidaknya auditor menyelesaikan pekerjaannya tidak menjadikan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan auditor switchi

 

 


BIBLIOGRAFI

 

Adli, Syarifah Nadya, & Suryani, Elly. (2019). Pengaruh Leverage, Pergantian Manajemen, Dan Audit Fee Terhadap Auditor Switching. Jurnal Aset (Akuntansi Riset), 11(2), 288–300. Google Scholar

 

Aghaei Chadegani, Arezoo, Muhammaddun Mohamed, Zakiah, & Jari, Azam. (2011). The Determinant Factors Of Auditor Switch Among Companies Listed On Tehran Stock Exchange. International Research Journal Of Finance And Economics Issn, 1450–2887. Google Scholar

 

Aprillia, Ekka. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Auditor Switching. Accounting Analysis Journal, 2(2). Google Scholar

 

Arinta, Khasaras Dara, & Adiwibowo, Santosa. (2013). Analisis Faktor–Faktor Yang Mendorong Pergantian Kantor Akuntan Publik (Kap) Studi Pada Perusahaan Publik Di Indonesia Tahun 2007-2012. Diponegoro Journal Of Accounting, 390–400. Google Scholar

 

Arisudhana, Dicky. (2017). Pengaruh Audit Delay, Ukuran Klien, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Reputasi Kantor Akuntan Publik, Dan Return On Assets (Roa) Terhadap Pergantian Auditor Sukarela (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Pada Bursa. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 6(1), 100–120. Google Scholar

 

Darmayanti, Yayan. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Standar Operasional Prosedur Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pengawas Urusan Gerbong Sukacinta (Pug Sct) Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) Kabupaten Lahat. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (Jpeb), 5(1), 63–72. Google Scholar

 

Effendi, Mareti, & Rahayu, Sri. (2015). Analisis Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kantor Akuntan Publik (Kap), Ukuran Perusahaan Klien, Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Auditor Switching (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan Dan Minuman, Farmasi, Rokok Yang Terdaftar Di Bu. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 4(1). Google Scholar

 

Fakhri, Sajad, Abbaszadeh, Fatemeh, Dargahi, Leila, & Jorjani, Masoumeh. (2018). Astaxanthin: A Mechanistic Review On Its Biological Activities And Health Benefits. Pharmacological Research, 136, 1–20. Google Scholar

 

Faradila, Yuka, & Yahya, M. Rizal. (2016). Pengaruh Opini Audit, Financial Distress, Dan Pertumbuhan Perusahaan Klien Terhadap Auditor Switching (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 1(1), 81–100. Google Scholar

 

Hidayati, Kuni Hikmah. (2018). Teaching Writing To Efl Learners: An Investigation Of Challenges Confronted By Indonesian Teachers. Langkawi: Journal Of The Association For Arabic And English, 4(1), 21–31. Google Scholar

 

Karliana, Danela Rosa, Suzan, Leny, & Yudowati, Siska Priyandani. (2017). Pengaruh Opini Audit, Reputasi Auditor Dan Audit Fee Terhadap Auditor Switching (Studi Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas, Dan Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2015). Eproceedings Of Management, 4(2). Google Scholar

 

Kholipah, Siti, & Suryandari, Dhini. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Auditor Switching Pada Perusahaan Keuangan Yang Terdaftar Di Bei Periode 2015-2017. Jurnal Akuntansi, 9(2), 83–96. Google Scholar

 

Lestari, Nanik, & Nedya, Sucitra. (2019). The Effect Of Audit Quality On Tax Avoidance. International Conference On Applied Science And Technology 2019-Social Sciences Track (Icastss 2019), 72–76. Atlantis Press. Google Scholar

 

Luthfiyati, Binti. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Opini Audit, Pergantian Manajemen, Ukuran Kap, Dan Audit Tenure Terhadap Auditor Switching. Journal Of Accounting, 2(2). Google Scholar

 

Naili, Tahniatun, & Primasari, Nora Hilmia. (2020). Audit Delay, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Financial Distres, Opini Audit, Dan Ukuran Perusahaan Klien Terhadap Auditor Switching. Jurnal Ilmiah Akuntansi Universitas Pamulang, 8(1), 63–74. Google Scholar

 

Palupi, Resita Sekar, & Primasari, Nora Hilmia. (2019). Kajian Empiris Tentang Auditor Switching (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8(2), 119–138. Google Scholar

 

Pratini, Igaa, & Astika, I. B. Putra. (2013). Fenomena Pergantian Auditor Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 5(2), 470–482. Google Scholar

 

Salim, Samina. (2014). Oxidative Stress And Psychological Disorders. Current Neuropharmacology, 12(2), 140–147. Google Scholar

 

Subiyanto, Bambang, Digdowiseiso, Kumba, & Mandasari, Noviyanti. (2021). Pengaruh Pengalaman Kerja, Skeptisme Profesional, Dan Tipe Kepribadian Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Pengungkapan Kecurangan (Fraud). Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 4(1), 324–325. Google Scholar

 

Suputra, I. Dewa Gede Dharma. (N.D.). Pengaruh Pergantian Manajemen Dan Audit Fee Pada Auditor Switching Dengan Reputasi Auditor Sebagai Variabel Pemoderasi Made Widi Wulandari. Google Scholar

 

Susanti, Rahayu. (2015). Pengaruh Audit Fee, Ukuran Kap, Financial Distress, Ukuran Perusahaan Dan Pergantian Manajemen Terhadap Auditor Switching. Universitas Dian Nuswantoro. Google Scholar

 

Suyono, Karina Zain, & Nawawinetu, Erwin Dyah. (2013). Hubungan Antara Faktor Pembentuk Budaya Keselamatan Kerja Dengan Safety Behavior Di Pt. Dokdan Perkapalan Surabaya Unit Hull Construction. The Indonesian Journal Of Occupational Safety And Health, 2(1), 67–74. Google Scholar

 

Tisna, Ni Wayan Wulan, & Suputra, Idgd. (2017). Financial Distress Sebagai Pemoderasi Pengaruh Opini Audit Dan Pertumbuhan Perusahaan Pada Auditor Switching. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 19, 2118–2144. Google Scholar

 

Widajantie, Tituk Diah, & Dewi, Anisa Paramitha. (2020). Pengaruh Ukuran Kap, Opini Audit, Audit Delay, Financial Distress, Dan Pergantian Manajemen Terhadap Voluntary Auditor Switching. Liability, 2(2), 19–52. Google Scholar

 

Zikra, Faradina, & Syofyan, Efrizal. (2019). Pengaruh Financial Distress, Pertumbuhan Perusahaan Klien, Ukuran Kap, Dan Audit Delay Terhadap Auditor Switching. Jurnal Eksplorasi Akuntansi (Jea), 1(3), 1556–1568. Google Scholar

 

Copyright holder:

Bambang Subiyanto, Kumba Digdowiseiso, Grace Artha Debora (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: