Action Research Literate

Vol. 4 No. 1, Januari 2020

p-ISSN : 2613-9898 e-ISSN :

Pendidikan

 

PENGARUH DAYA TAMPUNG DAN AKREDITASI TERHADAP JUMLAH PEMINAT PROGRAM S1 SOSHUM JALUR SBMPTN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN 2020

 

Wily Mohammad, Nabilla Ryca Maulidiyah

Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Jawa Barat, Indonesia, SMA Nahdlatul Ulama 1, Gresik, Jawa Timur, Indonesia

Email: wily17001@mail.unpad.ac.id, nabillarycas@gmail.com

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

1 Januari 2020

Direvisi

6 Januari 2020

Disetujui

10 Januari 2020

Pendidikan adalah hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap warga negara demi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan tinggi menjadi penting di masa globalisasi seperti saat ini. Menurut riset lain, Perguruan Tinggi Negeri menjadi pilihan yang lebih diminati oleh para pelajar. SBMPTN menjadi salah satu jalur untuk dapat diterima di PTN. Peneliti menjadi tertarik pada daya tampung setiap program studi yang terus berubah setiap tahunnya, beragam akreditasi pada setiap program S1 SOSHUM UNESA, dan jumlah peminat yang terus berubah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dan metode regresi linear berganda. Berdasarkan perhitungan pada hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada daya tampung dan akreditasi setiap program studi terhadap jumlah peminat program S1 SOSHUM UNESA tahun 2020 jalur SBMPTN. Hal ini dibuktikan dengan didapatnya R Square yaitu 0,385. Artinya, kedua variabel daya tampung dan akreditasi tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap  sebesar 38,5%. Tingkat pengaruh 38,5% dalam penelitian ini dapat dikatakan cukup baik. Sisa 61,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sedangkan secara parsial, variabel daya tampung memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel (4,861 > 2,021). Lalu, variabel Akreditasi tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel (0,117 < 2,021).

 

ABSTRACT

Education is really needed for everyone for the realization of the ideals of the Indonesian nation, namely the “intellectual life of the nation”. Higher education is important in this era of globalization. From another research, State Universities are the preferred choice for students. SBMPTN is one of the pathways to be accepted at PTN. We become interested in the capacity of each study program that continues to change every year, various accreditations in each UNESA SOSHUM S1 program, and the number of applicants. This quantitative research uses the purposive sampling technique and multiple linear regression method. Based on the calculation, it can be concluded that there is a significant influence on the capacity and accreditation of each study program on the number of applicants for the 2020 UNESA SOSHUM S1 program through the SBMPTN path. This is evidenced by the obtaining of R Square which is 0.385. This means that the two variables of capacity and accreditation have a significant effect on 38.5%. Level of influence of 38.5% in this study can be said to be quite good. The remaining 61.5% is influenced by other variables not examined in this study. While partially, the variable capacity has a partial influence on the number of fans because the value of t count is greater than the t table (4.861 > 2.021). Then, the Accreditation variable does not have a partial effect on the Number of Interests because the value of t count is greater than the t table (0.117 < 2.021).

Kata Kunci:

SBMPTN, Jumlah Peminat, Daya Tampung, Akreditasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

SBMPTN, Registrants, Capacity, Accreditation


 


Pendahuluan

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan Negara Republik Indonesia yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, pendidikan menjadi sangat dibutuhkan bagi masyarakat. Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Hak tersebut diatur dalam UUD 1945 Bab XIII, Pasal 31, ayat (1) yang menyatakan bahwaSetiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Maka, seluruh warga Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berhak mengembangkan diri sebebas mungkin untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik  (Rozak, 2019). Dalam mewujudkan tujuan pendidikan dan memenuhi hak dasar setiap warga terhadap pendidikan, pemerintah mengeluarkan program Wajib Belajar yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No.47 tahun 2008. Dalam peraturan tersebut, terdapat program Wajib Belajar 9 Tahun, yang artinya anak-anak di Indonesia wajib mengenyam pendidikan hingga lulus tingkat SD dan SMP (Handayani, 2012). Keberhasilan ini didukung dengan data dari Badan Pusat Statistik, yaitu tingkat penyelesaian Sekolah Dasar (SD) mencapai 96% dan tingkat penyelesaian Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 87,89% pada 2020 (Badan Pusat Statistik, 2020)

Kemudian, pemerintah mencanangkan program Wajib Belajar 12 Tahun yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.80 Tahun 2013. Program ini dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan keberhasilan pelaksanaan program Wajib Belajar 9 Tahun, sekaligus menyiapkan peluang bonus demografi dan generasi emas Indonesia 2045  (Handayani, 2012). Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat penyelesaian Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya sebesar 63,95% pada 2020. Angka tersebut adalah yang terendah dibandingkan tingkat pendidikan SD dan SMP di Indonesia (Badan Pusat Statistik, 2020)

Pendidikan tinggi di era globalisasi seperti ini menjadi sangat penting (Dewi, 2019). Tingkat persaingan dalam pekerjaan maupun mencari kerja menjadi sangat ketat karena terbukanya informasi dan berubahnya kemampuan yang dibutuhkan. Menurut para lulusan SMA, melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi menjadi salah satu hal yang dianggap dapat mewujudkan cita-cita mereka (Suryani, 2006). Menurut mereka, kuliah merupakan jaminan dan menjadi dasar bagi kesuksesan mereka di masa depan (Wibowo & Widodo, 2013). Faktor-faktor yang menjadi penentu intensi studi ke perguruan tinggi yaitu persepsi terhadap mutu pengajaran, persepsi terhadap mutu lulusan di dunia kerja, motivasi untuk bekerja, nilai-nilai kehidupan, motivasi untuk berprestasi, kenyamanan kampus, citra universitas, bantuan dalam pembiayaan studi, dan status sosial  (Wibowo & Widodo, 2013)

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi hal yang terlihat unggul di mata siswa SMA. Meski banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mampu bersaing atau bahkan mengungguli PTN, namun karisma perguruan tinggi negeri tidak pernah surut. Selain karena biaya PTN yang relatif terjangkau, kebanggaan menjadi mahasiswa PTN menjadi alasannya (Saehu, 2018).

Terdapat tiga jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri oleh perguruan tinggi negeri masing-masing. Berbagai jalur penerimaan tersebut berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Data menunjukkan bahwa jumlah peserta SBMPTN dari tahun 2016-2020 selalu lebih banyak dari 700 ribu peserta. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dari para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Berbagai pilihan program studi dan pemikiran lain membuat siswa dan orang tua kesulitan dalam menentukan program studi yang akan dipilih. Padahal, penentuan program studi kuliah pada siswa yang telah lulus SMA merupakan hal yang penting bagi masa depan mereka, karena sedikit banyak akan memengaruhi pilihan pekerjaan yang akan mereka lakukan di masa depan (Telcs et al., 2015). Hal ini tentunya juga berdampak pada pemilihan universitas dan program studi SBMPTN, yang memiliki 85 pilihan PTN dan ratusan pilihan program studi.

   Salah satu PTN yang diminati di Indonesia adalah Universitas Negeri Surabaya (UNESA). UNESA merupakan salah satu PTN yang berada di Surabaya, Indonesia dan telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dengan memiliki moto “Growing with Character”, PTN ini masuk ke dalam 10 perguruan tinggi terbaik di Surabaya versi Kemenristek/BRIN dalam Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi pada tahun 2019/2020 (RISTEK-BRIN, 2019). UNESA memiliki program studi yang dapat dipilih pada laman SBMPTN untuk S1 SAINTEK sebanyak 20 program, dan untuk S1 SOSHUM sebanyak 43 program.

   Peneliti melihat adanya perubahan pada jumlah peminat UNESA pada laman SBMPTN. Pada tahun 2020, jumlah peminat UNESA program SAINTEK adalah sebanyak 7.544 peserta, sedangkan program SOSHUM sebanyak 23.232. Lebih banyaknya peminat program SOSHUM kemungkinan juga dipengaruhi oleh lebih banyaknya program studi yang ditawarkan oleh UNESA pada program SOSHUM. Daya tampung yang ditawarkan pada program SAINTEK maupun SOSHUM juga berubah setiap tahunnya (LTMPT, 2020). Berdasarkan akreditasi, UNESA memiliki program studi terakreditasi A sebanyak 34 program studi, B sebanyak 20 program studi, dan C sebanyak 6 program studi. Untuk program S1 SOSHUM pada khususnya, terdapat 22 program studi yang terakreditasi A, 20 program studi terakreditasi B, dan 1 program studi terakreditasi C  (Data Akreditasi, 2018).

Peneliti menjadi tertarik pada daya tampung setiap program studi yang terus berubah setiap tahunnya dan beragam akreditasi pada setiap program S1 SOSHUM tersebut. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh daya tampung dan akreditasi setiap program studi terhadap jumlah peminat program S1 SOSHUM UNESA tahun 2020 jalur SBMPTN menggunakan metode statistik regresi linear berganda. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah penelitian dan ilmu pengatahuan bidang pendidikan terutama yang berkaitan dengan SBMPTN.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah PTN di Surabaya. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu  (Sugiyono, 2017). Sampel yang diteliti adalah program studi S1 program SOSHUM di UNESA yang terdaftar pada laman SBMPTN, dengan pertimbangan bahwa UNESA adalah PTN yang masuk ke dalam 10 perguruan tinggi terbaik di Surabaya versi Kemenristek/BRIN, memiliki akreditasi program S1 SOSHUM yang beragam, dan memiliki daya tampung SBMPTN yang berubah setiap tahunnya dan berbeda di setiap program studinya.

Variabel yang digunakan adalah X1 = Daya Tampung, X2 = Akreditasi, dan Y = Jumlah Peminat. Dikarenakan adanya dua variabel independen dan satu variabel dependen, maka regresi linear berganda dipilih untuk menjadi metode pengujian pengaruh pada variabel. Data yang digunakan berasal dari laman LTMPT tahun 2021 dan data akreditasi tahun 2021.

Metode penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

1      Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji Kolmogorov Smirnov menguji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku (Santoso, 2014). Rumus matematis uji normalitas Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut :

D = |Fs(x)-Ft(x)|max

Keterangan:

Ft(x) = Probabilitas komulatif normal

Fs(x) = Probabilitas komulatif empiris

Penentuan keputusannya adalah sebagai berikut:

·      Jika Asymp. Sig ≥ 0,05, maka data berdistribusi normal.

·      Jika Asymp. Sig < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal

2      Uji Linearitas Sig. Deviation from Linearity dan Scatter Plot

Uji linearitas menguji apakah terdapat hubungan antar variabel yang diteliti secara positif ataupun negatif. Hubungan positif dapat berarti jika variabel independen meningkat, maka variabel dependen juga meningkat. Sedangkan hubungan negatif berarti jika variabel independen meningkat, maka variabel dependen menurun (Santoso, 2014). Rumus matematis uji linearitas adalah sebagai berikut:

Y = a+bX

a=-b

b=

Penentuan keputusan pada Sig. Deviation from Linearity adalah sebagai berikut:

·      Jika nilai F pada Sig. Deviation from Linearity < F tabel (4,08), maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen dan variabel dependen.

·      Jika nilai F pada Sig. Deviation from Linearity > F tabel (4,08), maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen dan variabel dependen.

3      Uji Multikolinearitas dengan Tolerance dan VIF

Uji multikolinearitas menguji apakah model regresi ditemukan adanya hubungan kuat antara variabel bebas dan variabel terikat (Santoso, 2014). Penentuan keputusan pada uji tersebut adalah:

·      Jika nilai Tolerance > 0,10 dan VIF < 10,00 maka tidak terjadi masalah multikolinearitas.

·      Jika nilai Tolerance < 0,10 dan VIF > 10,00 maka terjadi masalah multikolinearitas.

4      Uji Heteroskedastisitas Glejser dan Scatter Plot

Uji tersebut sebagai cara mendeteksi ada atau tidaknya gejala heteroskedastisitas dalam model regresi dengan cara melakukan regresi pada variabel independen dengan Absolute Residual (Santoso, 2014). Rumus matematis regresinya yaitu:

|Ut|=a+BXt+vt

Penentuan keputusan pada uji tersebut adalah:

·      Jika nilai Sig < 0,05, maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

·      Jika nilai Sig < 0,05, maka terjadi masalah heteroskedastisitas.

5      Uji Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda berfungsi untuk mencari pengaruh dari dua atau lebih variabel independent (variabel bebas atau X) terhadap variabel dependent (variabel terikat atau Y) (Santoso, 2014). Rumus matematis regresi linear berganda adalah sebagai berikut :

Y=a+b1x1+b2x2+bn

Penentuan keputusan pada uji tersebut adalah:

·      Jika nilai Sig. < 0,05 maka X1 dan X2 secara signifikan berpengaruh terhadap Y.

·      Jika nilai Sig > 0,05 maka X1 dan X2 secara simultan tidak berpengaruh terhadap Y.

6      Uji Hubungan Parsial

Uji Hubungan Parsial digunakan untuk menguji adanya hubungan antara X1 terhadap Y atau X2 terhadap Y secara parsial. Penentuan keputusan pada uji tersebut adalah:

·      Jika nilai t hitung > t tabel (2,021) maka variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.

·      Jika nilai t hitung < t tabel (2,021) maka variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.

 

Hasil dan Pembahasan

1      Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

 


Tabel 1

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

43

Most Extreme Differences

Absolute

,129

Positive

,129

Negative

-,124

Test Statistic

,129

Asymp. Sig. (2-tailed)

,071c

Sumber: Olah data penulis

 


Dari hasil pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan aplikasi SPSS, didapat Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,71. Angka tersebut lebih besar dari 0,05 (0,71 > 0,05), maka data dalam penelitian ini berdistribusi normal

2      Uji Linearitas Sig. Deviation from Linearity dan Scatter Plot


Tabel 2

ANOVA Table Linearitas


 

df

Mean Square

F

Sig.

Jumlah Peminat * Akreditasi

Between Groups

(Combined)

2

162081,556

,688

,509

Linearity

1

213497,985

,906

,347

Deviation from Linearity

1

110665,128

,470

,497


 

Within Groups

40

235698,088

 

 

Total

42

 

 

 


Sumber: Olah data penulis

 

 

Dari hasil perhitungan Deviation from Linearity dengan aplikasi SPSS, hasil dari Sig. Adalah sebesar 0,497. Angka tersebut lebih besar dari 0,05 (0,497 > 0,05), maka variabel Akreditasi memiliki hubungan yang linear terhadap Jumlah Peminat

Gambar 1 Scatter Plot Linearitas

Sumber: Olah data penulis.

 

Grafik Scatter Plot tersebut menunjukkan titik-titik yang tersebar, namun membentuk urutan dari bawah kiri ke kanan atas. Maka variabel Daya Tampung memiliki hubungan yang linear positif terhadap Jumlah Peminat.

 

3      Uji Multikolinearitas dengan Tolerance dan VIF


Tabel 3

Coefficients Multikolinearitas

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

-142,512

359,074

 

 

 

Daya Tampung

14,366

2,956

,617

,954

1,049

Akreditasi

,606

5,171

,015

,954

1,049

Sumber: Olah data penulis

 


Dalam perhitungan multikolinearitas di atas dengan aplikasi SPSS, didapat nilai Tolerance pada variabel Daya Tampung dan Akreditasi sebesar 0,954. VIF yang didapat adalah 1,049. Nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 (0,954 > 0,10) dan nilai VIF lebih kecil dari 10,00 (1,049 < 10,00). Maka tidak terjadi gejala multikolinearitas.

4      Uji Heteroskedastisitas Glejser dan Scatter Plot

 


 

Tabel 4

Coefficients Heteroskedastisitas

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

(Constan)

-178,553

184,301

 

-,969

,338

Daya Tampung

8,000

1,517

,642

5,273

,000

Sumber: Olah data penulis.

 


Dalam perhitungan uji glejser dengan aplikasi SPSS, menunjukkan bahwa Sig variabel Daya Tampung sebesar 0,00. Sig daya tampung tersebut kurang dari 0,05 (0,00 < 0,05) maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada variabel Daya Tampung.

Gambar 2

Scatter Plot Heteroskedastis

Sumber: Olah data penulis

 

Berdasarkan data di atas, titik-titik berada di sekitar angka nol, tidak hanya berkumpul di atas atau bawah saja, titik-titik menyebar tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit kembali, dan penyebatan titik-titik tidak berpola. Maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada variabel Jumlah Peminat.

5      Regresi Linear Berganda


Tabel 5

Variables Entered/Removed

Model

Variables Entered

Variables Removed

Method

1

Akreditasi, Daya Tampungb

.

Enter

Sumber: Olah data penulis.

 


Berdasarkan tabel di atas yang diolah dengan aplikasi SPSS, seluruh variabel independen yaitu Akreditasi dan Daya Tampung memiliki keterangan “Enter” dan tidak ada variabel yang masuk pada “Variabel Removed”. Maka seluruh variabel penelitian ini berhasil masuk untuk digunakan dalam pengujian regresi linear berganda.

 


Tabel 6

Regresi Linear Berganda

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,621a

,385

,354

387,191

Sumber: Olah data penulis.

 


Berdasarkan tabel di atas, didapat R Square yaitu 0,385. Artinya, variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y sebesar 38,5%. Tingkat pengaruh 38,5% dalam penelitian ini dapat dikatakan cukup baik. Sisa 61,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

6      Uji Hubungan Parsial


Tabel 7

Hubungan Parsial

Model

Unstandardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

1

(Constant)

-142,512

359,074

-,397

,694

Daya Tampung

14,366

2,956

4,861

,000

Akreditasi

,606

5,171

,117

,907

Sumber: Olah data penulis.


 

Berdasarkan tabel di atas, nilai t hitung pada variabel Daya Tampung sebesar 4,861. Angka tersebut lebih besar dari t tabel yaitu 2,021 (4,861 > 2,021). Artinya, variabel ini memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat. Sedangkan nilai t hitung pada variabel Akreditasi sebesar 0,117, artinya angka tersebut lebih kecil dari t tabel (0,117 < 2,021). Maka variabel ini tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat.

 

Kesimpulan

Berdasarkan berbagai perhitungan pada hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada daya tampung dan akreditasi setiap program studi terhadap jumlah peminat program S1 SOSHUM UNESA tahun 2020 jalur SBMPTN menggunakan metode statistik regresi linear berganda. Hal ini dibuktikan dengan didapatnya R Square yaitu 0,385. Artinya, kedua variabel daya tampung dan akreditasi tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap  sebesar 38,5%. Tingkat pengaruh 38,5% dalam penelitian ini dapat dikatakan cukup baik. Sisa 61,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sedangkan secara parsial, variabel daya tampung memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel (4,861 > 2,021). Lalu, variabel Akreditasi tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap Jumlah Peminat karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel (0,117 < 2,021).

 

Bibliografi

 

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Pendidikan 2020. Google Scholar

Dewi, E. (2019). Potret Pendidikan Di Era Globalisasi. Sukma: Jurnal Pendidikan, 3. Google Scholar

Handayani, T. (2012). Menyongsong Kebijakan Pendidikan Menengah Universal: Pembelajaran dari Implementasi Wajar Dikdas 9 Tahun. Jurnal Kependudukan Indonesia, 7(1), 39–56. Google Scholar

Rozak, A. (2019). Perlindungan Hak Atas Pendidikan Bagi Pengungsi Internal: Studi Kasus Pendidikan Anak Korban Kekerasan Terhadap Warga Syiah Sampang. Jurist-Diction, 2(6), 1887–1908.Google Scholar

Saehu, R. (2018). Rasionalitas Pemilihan Program Studi Rumpun Sosial-Humaniora Pada Sbmptn Oleh Siswa Ipa Bimbingan Belajar Bta 8 Ciledug. Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 2(1), 73–82. Google Scholar

Santoso, S. (2014). Panduan Lengkap SPSS versi 20 edisi revisi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Google Scholar

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Google Scholar

Suryani, N. (2006). Pengaruh Kondisi Sosial dan Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi. Dinamika Pendidikan, 1(2). Google Scholar

Telcs, A., Kosztyan, Z. T., Neumann-Virag, I., Katona, A., & Torok, A. (2015). Analysis of Hungarian students’ college choices. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 191, 255–263. Google Scholar

Wibowo, A. J. I., & Widodo, Y. E. (2013). Identifikasi Penentu Intensi Studi di Perguruan Tinggi: Studi Kasus terhadap Universitas Swasta Katolik di Indonesia. Jurnal Manajemen Maranatha, 13(1). Google Scholar


Copyright holder :

Wily Mohammad, Nabilla Ryca Maulidiyah (2020).

 

 

First publication right :

Action Research Literate

 

This article is licensed under: