Action Research Literate

Vol. 4 No. 1, Januari 2020

p-ISSN : 2613-9898 e-ISSN :

Pendidikan

 

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA ANAK SEKOLAH DASAR

 

Seilla Julya Marlita Khaerunisa, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi Furnamasari

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jawa Barat, Indonesia   

Email : Seillajulyamk@upi.edu, dinieanggraenidewi@upi.edu, furi2810@upi.edu

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

3 Januari 2020

Direvisi

8 Januari 2020

Disetujui

12 Januari 2020

 

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang akan diterapkan pada anak sekolah dasar. Artikel ini didasarkan pada metode pendekatan kualitatif. Pengumpulan data ini disusun dengan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil pembahasan teori ini menerapkan dasar-dasar Pancasila untuk anak sekolah dasar. Mulai dari sila pertama hingga sila terakhir. Sila pertama menjelaskan tentang Tuhan Yang Maha Esa, menjelaskan kepada siswa tentang keberadaan Tuhan. Sila kedua menjelaskan tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, menerapkan keadilan kepada peserta didik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ketiga adalah tentang persatuan Indonesia, menerapkan persatuan seperti di kelas. Keempat, demokrasi yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, menerapkan diskusi di kelas. Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menciptakan suasana di dalam kelas dalam menerapkan dasar-dasar Pancasila.

 

ABSTRACT

This article aims to describe the values of Pancasila that will be applied to elementary school children. This article is based on a qualitative approach method. This data collection is compiled with relevant journals. The results of the discussion of this theory apply the basics of Pancasila for elementary school children. Starting from the first precept to the last precept. The first precept explains about the one and only God, explaining to students about the existence of God. The second precept explains about just and civilized humanity, applying justice to students which is applied in everyday life. The third principle is about Indonesian unity, applying unity like in class. Fourth, democracy led by wisdom in representative deliberation, applies discussion in class. Five, social justice for all Indonesian people. Creating an atmosphere in the classroom in applying the basics of Pancasila

Kata Kunci:

Nilai-nilai Pancasila, implementasi, sekolah dasar, nasionalisme

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Pancasila values, implementation, primary school, nationalism.


 


Pendahuluan

Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: "pańca" berarti lima dan "śīla" berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia (Widisuseno, 2014). Berikut adalah lima ideologi utama penyusun Pancasila adalah 5 sila Pancasila, yang tercantum pada alinea ke-4 dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945: ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan moto pendidikan menjadi faktor penting penguatan karakter bangsa Indonesia terutama pada generasi muda (Adha & Susanto, 2020). Sekolah memiliki kewajiban untuk memelihara dan menguatkan nilai-nilai nasionalisme peserta didiknya demi terwujudnya pembinaan yang berkelanjutan dalam rangka menguatkan nasionalisme di sekolahan (NURHARMI, n.d.). Berdasarkan Pasal 1 Nomor 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi “Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan zaman” pendidikan menjadi suatu tempat pembentukan karakter anak dalam menciptakan lingkup yang terbatas (Ainiyah & Wibawa, 2013). Salah satunya dengan belajar pendidikan kewarganegaraan disekolah, Mata pelajaran yang memiliki tujuan untuk membentuk warga negara yang baik dan cerdas berdasarkan kualitas ke Indonesiaan adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menamamkan dan memberikan pengetahuan mengenai Pancasila sejak usia dini ynag dilakukan pada lingkungan keluarga,sekolah mapun diri sendiri. Penanaman nilai Pancasila sejak usia dini akan lebih efektif dalam membentuk karakter bangsa (Arriani, 2019). Permasalahan yang dihadapi untuk saat ini mulai kurangnya pengamalan dan pengetahuan mengenai Pancasila. Indikasi mulai berkurangnya nilai pancasila seperti masih ditemukan siswa yang tidak hafal sila pancasila, dan mulai lunturnya rasa persatuan karena merasa hidup bisa dilakukan dengan sendiri dan berkurangnya moral di masyarakat.

Secara umum untuk mewujudkan pendidikan karakter suatu bangsa dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan informal yang saling melengkapi dan telah diatur dalam peraturan dan undang-undang. Saat ini hampir di setiap sekolah formal.

 

Metode Penelitian

Metode yang dilakukan melakukan pendekatan secara kualitatif (Firman, 2018). Fenomena- fenomena ini didasari pada observasi dan wawancara dari guru dan orangtua. Dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. (Nisa, n.d.) menjelaskan tentang tujuan penelitian studi kasus adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakang suatu sekolah dasar setempat.

 

Hasil dan Pembahasan

Dengan menerapkan disiplin dan mempraktekkannya secara langsung disekolah secara berkelanjutan merupakan salah satu penanaman nilai pancasila dari dalam (Ferryka, 2017). Pentingnya pancasila sangat berpengaruh pada karakter anak, jika anak diajarkan bagaimana caranya berkelompok dengan teman sebaya itu menubuhkan rasa kerja sama dan persartuan. Karena pada dasarnya pembentukan karakter adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi bagaimana kehidupan anak itu dimasa mendatang. Pernyataan tersebut dikuatkan oleh (Anggraini et al., 2020) pendapat suatu nilai manusia terletak pada suatu objek yang mampu mengimplementasikan pancasila dengan baik. Setiap sekolah memiliki strategi sendiri-sendiri dalam mengimplementasikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila di Sekolahnya dan kepada anak-anak didiknya. Dan juga strategi yang dalam pengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu disamping digunakan untuk membentuk karakter dari anak itu juga dilakukan supaya si anak itu memiliki rasa Nasionalisme yang tinggi untuk Bangsa Indonesia ini (Yaumi, 2016). Dan juga dalam menumbuhkan rasa nasionalisme itu sekolah melakukan banyak upaya-upaya dan juga strategi seperti melakukan upacara bendera setiap hari senin dan juga hari-hari besar dan juga ekstrakulikuler seperti pramuka

.

Kesimpulan

Pengimplementasian bisa dilakukan diluar maupun didalam, di lingkungan sekolah maupun diluar. Di dalam sekolah seperti menyanyikan lagu kebangsaan, mengikuti ektrakurikuler pramuka. Salah satu faktor pendukung komunikasinya adalah guru. Terbentuknya karakter juga sangat menjadi faktor pendukung yang mempengaruhi dan juga menjadi tolak ukur guru dalam menanamkan nilai nilai Pancasila di diri anak agar rasa nasionalisme siswa muncul dalam keseharian.

 

Bibliografi

 

Adha, M. M., & Susanto, E. (2020). Kekuatan Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Kepribadian Masyarakat Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 15(01), 121–138.Google Scholar

Ainiyah, N., & Wibawa, N. H. H. P. (2013). Pembentukan karakter melalui pendidikan agama Islam. Al-Ulum, 13(1), 25–38. Google Scholar

Anggraini, D., Fathari, F., Anggara, J. W., & Al Amin, M. D. A. (2020). Pengamalan nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik (JISoP), 2(1), 11–18. Google Scholar

Arriani, F. (2019). Orang Tua Sebagai Penanam Nilai Pancasila Untuk Anak Usia Dini Di Era Digital. JECE (Journal of Early Childhood Education), 1(2), 60–68. Google Scholar

Ferryka, P. Z. (2017). Membangun Nilai-Nilai Karakter dengan Metode Memancing dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Modern, 3(1), 72–80. Google Scholar

Firman, F. (2018). Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Google Scholar

Nisa, A. (n.d.). Metodologi Penelitian Pendidikan. Google Scholar

Nurharmi, N. (N.D.). Mengembangkan Nasionalisme Kebangsaan Melalui Pendidikan Karakter. Pelita Bangsa Pelestari Pancasila, 11(2). Google Scholar

Widisuseno, I. (2014). Azas Filosofis Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara. Humanika, 20(2), 62–66. Google Scholar

Yaumi, M. (2016). Pendidikan karakter: landasan, pilar & implementasi. Prenada Media. Google Scholar


Copyright holder :

Seilla Julya Marlita Khaerunisa, Dinie Anggraeni Dewi, Yayang Furi Furnamasari (2020).

 

 

First publication right :

Action Research Literate

 

This article is licensed under: