PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR

 

 

Rahma Azzahrah Putri1, Ina Magdalena2, Ana Fauziah3, Fitri Nur Azizah4

Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia

rahmaazzahrah123@gmail.com, inapgsd@gmail.com, anafauziah1404@gmail.com, fitrinur2701@gmail.com,

 

 

Received: 30-01-2021

Revised  : 17-02-2021

Accepted: 24-02-2021

Abstract

Learning styles affect the level of student success in learning.  The ability of students to understand subjects is of course different and the learning styles of each student are also of course different.  Students are able to absorb lessons or make the learning process easier with their learning styles.  Therefore, it is necessary to provide guidance and guidance to students to determine appropriate learning methods so that the learning process can run effectively.  This study aims to: (1) describe students' learning styles (2) describe how to find out students' learning styles (3) describe the strategies used to facilitate the learning process according to students' learning styles.  This research uses descriptive qualitative research. The method used in this research is observation, interview and documentation.  The results of this study indicate that: First, students' learning styles have three types of learning styles in general, namely visual, auditory and kinesthetic.  Second, how to find out students' learning styles through observation or conducting surveys or learning style tests.  Third, strategies that are carried out to facilitate the learning process according to their own learning styles can use visual materials such as pictures, encourage students to read material aloud, and invite children to learn while exploring the environment.

Keywords: learning style; primary schoo;  student learning;  

                 Education.

 

:

 

 

 

Abstrak : Gaya belajar mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Kemampuan siswa untuk memahami mata pelajaran tentunya berbeda dan gaya belajar setiap siswa juga tentunya berbeda-beda. Siswa mampu menyerap pelajaran atau membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dengan gaya belajar yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan dan bimbingan kepada siswa untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gaya belajar siswa (2) mendeskripsikan bagaimana mencari tahu gaya belajar siswa (3) mendeskripsikan strategi yang dilakukan untuk mempermudah proses pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif metode yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, gaya belajar siswa mempunyai tiga tipe gaya belajar pada umumnya yaitu visual, auditori dan kinestetik. Kedua, cara mengetahui gaya belajar siswa melalui observasi atau melakukan survei atau tes gaya belajar. Ketiga, strategis yang dilakukan untuk mempermudah proses pembelajaran sesuai gaya belajarnya sendiri bisa dengan menggunkan materi visual seperti gambar, mendorong siswa untuk membaca materi dengan suara yang keras, dan mengajak anak belajar sambil menjelajah lingkungan.

 

Kata Kunci: gaya belajar; sekolah dasar; pembelajaran

                     siswa; pendidikan

 

 

CC BY

 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Tugas sebagai guru adalah menciptakan suasana pembelajaran yang menarik sehingga dapat membuat siswa untuk senantiasa belajar dengan efektif. Suasana pembelajaran yang menarik akan berdampak positif untuk mencapai prestasi belajar yang optimal. Guru hendaknya memiliki kemampuan memilih metode pembelajaran atau strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga mempermudah siswa untuk menyerap atau mengolah pelajaran yang disampaikan. Penggunaan metode atau strategi pembelajaran yang salah akan menyebabkan siswa merasa bosan saat menerima materi yang disampaikan, sehingga siswa tidak dapat memahami materi yang disampaikan

   Gaya belajar mempunyai dampak kepada pendidikan, hal ini terkait dengan gaya belajar apa yang digunakan terhadap materi pembelajaran (kurikulum), pengajaran, dan penilaian sebagai tolak ukur untuk tercapainya pembelajaran. Terutama yang harus dilakukan guru adalah kesesuaian antara metode pengajaran dengan gaya belajar. Guru harus benar-benar mengetahui bagaimana cara belajar yang baik yang dimiliki siswa, sehingga apa yang disampaikan seorang guru pada saat mengajar bisa memberikan respon yang baik pada siswa.

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, guru dituntut untuk mengajar sesuai dengan karakteristik siswa yang dihadapinya, sehingga siswa lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru . Perlu disadari bahwa tidak semua siswa memiliki gaya belajar yang sama. Walaupun mereka berada di sekolah yang sama ataupun sekelas, kemampuan siswa untuk memahami dan menyerap pelajaran yang disampaikan akan berbeda tingkatanya, ada yang cepat, sedang dan beberapa sangat lambat. Mengetahui gaya belajar siswa sangat penting bagi guru, maka guru akan mampu mengatur setiap kelas sesuai dengan kebutuhan individu masing-masing siswa, setidaknya guru akan berusaha menentukan berbagai metode pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa tersebut. Gaya belajar adalah cara menggambarkan bagaimana setiap orang belajar atau setiap orang berfokus pada proses dan memahami kesulitan dan informasi baru melalui persepsi yang berbeda.

            Gaya belajar mempunyai dampak kepada pendidikan, hal ini terkait dengan gaya belajar apa yang digunakan terhadap materi pembelajaran (kurikulum), pengajaran, dan penilaian sebagai tolak ukur untuk tercapainya pembelajaran. Terutama yang harus dilakukan guru adalah kesesuaian antara metode pengajaran dengan gaya belajar. Guru harus benar-benar mengetahui bagaimana cara belajar yang baik yang dimiliki siswa, sehingga apa yang disampaikan seorang guru pada saat mengajar bisa memberikan respon yang baik pada siswa.

 

 

METODE PENELITIAN

 

Pendekatan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan pengaruh gaya belajar terhadap pembelajaran siswa. Penelitian deskriptif ditunjukkan untuk menjelaskan situasi atau fenomena yang terjadi selama penelitian. Penelitian ini memerlukan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat agar efektivitas pemecahan masalah dapat mencapai tingkat yang dapat memproleh hasil yang objektif. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini adalah: (1) Teknik observasi langsung (2) Teknik Komunikasi langsung. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: (1) Pedoman Observasi, (2) Pedoman Wawancara, (3) Dokumen.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, gaya belajar siswa mempunyai tiga tipe gaya belajar pada umumnya yaitu visual, auditori dan kinestetik. Kedua, cara mengetahui gaya belajar yang dimiliki siswa bisa dengan observasi atau melakukan survei atau tes gaya belajar. Ketiga, strategis yang dilakukan untuk mempermudah proses pembelajaran sesuai gaya belajar yang dimiliki bisa dengan menggunkan materi visual seperti gambar, mendorong siswa untuk membaca materi dengan suara yang keras, dan mengajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungan.

Gaya belajar adalah kunci untuk meningkatkan prestasi akademik. Tentunya setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Memahami gaya belajar siswa yang berbeda dapat membantu guru memberikan materi pembelajaran kepada semua siswa, sehingga membuat hasil belajar menjadi lebih efektif.

Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, gaya belajar merupakan kombinasi dari cara menyerap, kemudian mengatur dan memproses informasi. Pada saat yang sama menurut James dan Gardner, gaya belajar adalah cara yang kompleks dimana siswa dapat melihat dan merasakan cara yang paling efektif untuk memproses, menyimpang dan mengingat apa yang telah mereka pelajari. Menurut Nasution dalam bukunya Berbagai Pendidikan dalam Proses Mengajar (2009:94) gaya belajar merupakan bagian dari bagaimana siswa memanfaatkan untuk memproleh rangsangan atau informasi, cara mengingat, berpikir dan memecahkan masalah.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan metode lainnya, gaya belajar merupakan cara seseorang menerima hasil belajar dengan penerimaan yang optimal. Setiap orang memiliki gaya belajarnya masing-masing. Mengetahui gaya belajar sangatlah penting. Bagi guru, dengan memahami gaya belajar setiap siswa, guru dapat menerapkan teknik dan strategi yang tepat dalam pembelajaran dan pengembangan diri. Siswa juga harus memahami gaya belajarnya sendiri. Dengan memahami gaya belajar, ia dapat lebih memahami dirinya sendiri dan memahami kebutuhannya. Pengenalan gaya belajar akan memberikan layanan yang sesuai untuk apa dan bagaimana harus disediakan dan diselesaikan untuk pembelajaran yang berjalan dengan baik.

Siswa memiliki tingkat kemampuan yang berbeda untuk memahami dan menyerap informasi atau pelajaran. Beberapa cepat, sedang dan beberapa lambat. Setiap siswa tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda, tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda, sehingga mereka seringkali harus memakai cara yang berbeda untuk memahami informasi atau pelajaran yang sama. Ada tiga gaya belajar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik.

Gaya belajar visual adalah belajar dengan cara melihat. Bagi siswa gaya belajar visual, mata atau penglihatan memainkan peran penting. Dalam hal ini, metode pengajaran yang digunakan oleh guru sebaiknya difokuskan pada peragaan dan media. Ajaklah mereka untuk menggunakan benda-bneda yang berkaitan dengan pelajaran, atau perlihatkan alat peraga secara langsung kepada siswa atau gambarlah itu di papan tulis. Anak-anak dengan gaya belajar visual harus melihat gaya bahasa tubuh dan ekspresi wajah guru untuk memahami topiknya. Mereka cenderung duduk di depan agar bisa melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar di otak dan menggunakan tampilan visual (seperti bagan, buku teks bergambar, dan video) untuk belajar lebih cepat. Di kelas, anak gaya belajar visual lebih suka menuliskan detail untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar visual, yaitu: mengingat apa yang mereka lihat bukan apa yang mereka dengar, suka membaca daripada dibacakan, pembaca yang rajin dan cepat, sering tahu apa yang harus dikatakan tetapi kurang pandai memilih kata, dan sulit untuk mengingat selalu minta orang untuk membantu mengulang kecuali ada instruksi menulis. Kelebihan dari gaya belajar visual, yaitu: dapat membaca, mengeja dan mengingat pelajaran dengan baik, mengingat detail dan warna dengan baik, mengingat wajah seseorang dengan baik, tetapi sering melupakan namanya. Kelemahan gaya belajar visual: sulit belajar di lingkungan yang sibuk, bising dan mengganggu, sulit memahami penjelasan guru tanpa gambar atau grafik, terganggu konsentrasi ketika melihat informasi yang menurutnya tidak menarik atau buruk.

Gaya belajar auditori adalah belajar melalui mendengarkan. Siswa dengan gaya belajar auditori dapat mengontrol keberhasilan belajarnya melalui telinganya, guru harus memperhatikan siswa hingga ke alat bantu dengar. Anak dengan gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat melalui diskusi lisan dan mendengarkan apa yang dikatan guru. Pendengaran anak dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tuturan, tingkat tingga dan rendahnya kemampuan biacara, dan kecepatan berbicara.

Ciri-ciri gaya belajar auditori: suka berbicara sendiri sambil bekerja, belajar mendengarkan dan mengingat apa yang dibahas daripada apa yang dilihat, senang membaca dengan lantang, menggerakkan bibir dan berbicara saat membaca, mengeja dengan lantang lebih baik daripada menulis. Kelebihan gaya belajar auditori: mudah meniru kata-kata orang lain dalam waktu singkat, memiliki tata bahasa yang baik, jika mempresentasikan sebuah karya dapat melakukannya dengan baik. Kelemahan gaya belajar auditori: sulit mengingat jika membacanya tanpa suara dan mudah teralihkan oleh kebisingan.

Gaya belajar kinestetik melibatkan belajar melalui gerakan, kerja dan sentuhan. Anak-anak dengan belajar kinestetik dapat belajar dengan cara bergerak, menyentuh, dan melakukan sesuatu. Anak-anak seperti ini merasa sulit untuk duduk diam selama beberapa jam karena mereka memiliki keinginan yang kuat untuk beraktivitas dan eksplorasi. Siswa dengan gaya belajar ini dapat belajar melalui gerakan dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik: tidak mudah teralihkan oleh keadaan kacau, mengingat melalui belajar dan melihat, belajar melalui manipulasi dan praktek, menyukai permainan yang membuat sibuk, dan menggunakan jari sebagai petunjuk saat membaca. Kelebihan gaya belajar kinestetik: kerjasama antara mata dan tangan sangat baik, pintar di bidang olahraga, dan umumnya terlihat rapi. Kelemahan gaya belajar kinestetik: kelemahan gaya belajar kinestetik: duduk lama sambil mendengarkan hal-hal akan mudah gelisah dan frustasi sehingga perlu sedikit istirahat, tidak pandai mengeja kata, tidak pandai geografi.

Banyak faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Selain faktor-faktor yang ada di dalam seseorang (faktor internal), masih banyak faktor lain yang berasal dari luar individu (faktor eksternal).

Faktor internal yang mempengaruhi gaya belajar siswa adalah faktor fisik, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Pertama, faktor fisik meliputi dua bagian, yaitu kesehatan dan kecacatan. Jika kesehatan seseorang terganggu, maka proses belajar mengajar akan terganggu. Selain itu, mereka cepat lelah, kurang semangat, mudah pusing, mengantuk, dll. Sedangkan, kecacatan adalah yang menyebabkan kurang sempurnanya mengenai tubuh. Kedua, setidaknya ada tujuh faktor psikologis yang mempengaruhi pembelajaran. Faktor-faktor tersebut adalah kecerdasan, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan dan kesiapan. Ketiga, faktor kelelahan, kelelahan fisik dilihat dari penurunan daya tahan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dilihat dari kurangnya minat untuk belajar, kelesuan dan kebosanan, kelelahan mental dapat terlihat dan minat serta dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Faktor kelelahan seseorang akan berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan cara atau gaya belajar yang berbeda.

Faktor ekstern yang mempengaruhi gaya belajar siswa adalah faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Pertama, faktor keluarga peserta didik akan dipengaruhi oleh keluarga berupa cara orang tua mendidik, hubungan antar anggota keluarga, suasana keluarga dan kondisi ekonomi keluarga. Kedua, faktor sekolah yang akan mempengaruhi metode atau gaya belajar siswa antara lain metode pengajaran, pengaturan kurikulum, hubungan guru dan siswa, hubungan siswa dan siswa, disiplin atau aturan sekolah, suasana belajar, standar kurikulum, kondisi bangunan, tata letak sekolah, dll. Faktor guru, seperti kepribadian guru, kemampuan guru dalam memfasilitasi siswa, dan hubungan antara guru dan siswa juga akan mempengaruhi cara siswa belajar. Ketiga, faktor masyarakat merupakan faktor eksternal yang turut mempengaruhi cara belajar siswa. Faktor masyarakat yang mempengaruhi gaya atau cara belajar siswa antara lain aktivitas siswa dalam masyarakat, media masa, teman dan bentuk kehidupan masyarakat.

Memahami gaya belajar sangat penting bagi guru, orang tua dan siswa itu sendiri. Dengan memahami gaya belajar siswa, guru dapat memilih metode dan media pendidikan yang sesuai dengan siswanya. Dalam hal ini kreativitas guru perlu dituangkan dalam berbagai metode pengajaran dan pemilihan media pendidikan. Oleh karena itu, diharapkan perbedaan gaya belajar antar siswa dapat disesuaikan dengan baik. Bagi para orang tua yang mengetahui gaya belajar anaknya, dapat memberikan fasilitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar anaknya di rumah. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan buku dan gambar untuk anak-anak dengan gaya belajar visual, memberikan kaset audio dan sering berdiskusi dengan anak-anak dengan gaya belajar auditori, serta menyediakan alat-alat praktek untuk anak-anak yang cenderung memiliki gaya belajar kinestetik. Dengan memahami gaya belajarnya sendiri, siswa dapat menciptakan suasana belajar yang mereka sukai. Baik itu bermain musik, berdiskusi dengan teman atau orang tua, dll. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Sebaiknya ketahui gaya belajar anak sejak dini. Gaya belajar akan mampu menuntun seseorang untuk mencapai dan menentukan prestasi belajarnya. Dalam hal ini, orang tua maupun guru di sekolah harus mampu mengenali gaya belajar anak sedini mungkin. Dengan cara ini, baik guru di sekolah maupun orang tua di rumah akan mengupayakan memberikan layanan dan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya. Dengan cara demikian diharapkan akan dicapai perkembangan yang lebih baik. Namun demikian, gaya belajar anak secara otomatis bergantung pada anak yang belajar sendiri. Dengan pengertian, cara seseorang belajar termasuk anak-anak di masa keemasan dalam contoh ini adalah bagaimana berbagai informasi masuk ke otak melalui indera mereka. Hal inilah yang orang tua perlukan dan harus diwaspadai sedini mungkin agar tidak salah langkah membantu anaknya belajar di rumah sesuai gaya belajarnya sendiri.

Ada banyak cara untuk mengetahui bagaimana gaya belajar siswa yaitu dengan mengamati setiap siswa secara detail dengan menggunakan metode pengajaran di kelas. Untuk memahami siswa dengan gaya belajar auditori, gunakan metode ceramah dan perhatikan siswa yang mendengarkan hingga akhir. Dari sini, kita dapat dengan mudah mengklasifikasikan tipe pelajar dengan gaya auditori yang lebih menonjol. Metode lainnya adalah dengan melakukan survei atau tes gaya belajar. Tes gaya belajar ini biasanya menggunakan jasa konsultan atau psikolog tertentu. Karena tes gaya belajar ini menggunakan metode yang sudah teruji dengan baik, biasanya jenis tes atau survei gaya belajar ini memiliki keakuratan yang tinggi sehingga memudahkan guru untuk segera mengenali gaya belajar siswa.

Selain itu, berbagai strategi telah diterapkan untuk memudahkan proses pembelajaran sesuai gaya belajar masing-masing siswa. Strategi untuk mempermudah gaya belajar visual anak melalui penggunaan materi visual seperti gambar, bagan, dan peta. Selain itu, dapat menggunakan warna untuk menandai hal penting. Ajak anak untuk membaca buku bergambar. Gunakan multimedia (misalnya komputer dan video). Ajaklah anak untuk mencoba mengilustrasikan pikirannya dengan gambar.

Strategi untuk mempermudah proses pembelajaran dengan gaya belajar auditori dengan mengajak anak berpartisipasi dalam diskusi baik di kelas maupun di keluarga, mendorong anak untuk suatu topik dengan lantang, menggunakan musik untuk mengajar anak, mendiskusikan ide dengan anak secara verbal, membiarkan anak merekam materi dan mendorongnya untuk mendengarkannya sebelum tidur.

Strategi yang mempermudah proses pembelajaran melalui gaya belajar kinestetik yaitu, jangan memaksa anak belajar berjam-jam, ajak anak belajar sambil menjelajah lingkungan (misalnya ajak mereka membaca sambil bersepeda, gunakan benda nyata untuk mempelajari konsep baru). Biarkan anak mengunyah permen karet sambil belajar, gunakan warna-warna cerah untuk menandai bacaan penting, dan biarkan anak belajar sambil mendengarkan musik.

Biasanya, anak-anak membutuhkan kombinasi dari semua gaya belajar agar penyerapan belajarnya lebih kuat. Dari hasil penelitian, anak yang belajar secara visual sebanyak 27%, auditori 34% dan kinestetik 39%. Sayangnya, masih banyak sekolah yang hanya menggunakan satu metode pembelajaran yaitu visual seperti memperhatikan papan tulis dan membaca isi buku, walaupun persentasenya lebih kecil. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang dapat menurunkan motivasi belajar anak karena ia membutuhkan gaya belajar yang banyak dan tidak monoton.

Gaya belajar anak pasti berbeda-beda. Orang tua dan anak akan menyadari bahwa menjadi berbeda dalam hal pilihan gaya belajar adalah sesuatu yang sepatutnya disyukuri. Kita dapat belajar satu sama lain mengenai keragaman gaya belajar yang dimiliki masing-masing orang. Kita harus bertoleransi atas keragaman gaya belajar yang dimiliki masing-masing setiap orang. Sebagai orang tua buatlah anak merasa nyaman sehingga menjadikan orangtuanya sebagai pilihan utama untuk mendiskusikan segala permasalahan yang mereka hadapi.

 

 

KESIMPULAN

 

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan di atas adalah bahwa gaya belajar sangat penting dan berpengaruh besar terhadap proses belajar siswa. Gaya belajar dapat menentukan nilai siswa. Anak-anak dapat berkembang lebih bai jika mereka mengembangkan strategi yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Setiap orang memiliki gaya belajarnya masing-masing. Seorang guru penting untuk memahai gaya belajar dari setiap siswanya agar guru dapat menerapkan teknik dan stratgei yang tepat baik untuk pembelajaran maupun untuk pengembangan diri. Berdasarkan penilitian ini disarankan bagi beberapa pihak, sebagai beriku. Pertama, bagi guru untuk lebih mengenal dan memahami karakteristik dari gaya belajar siswa sehingga dapat disesuaikan dengan gaya pembelajaran guru. Kedua, biarkan siswa memahami dan lebih mengenal metode pembelajarannya, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Ketiga, bagi orang tua untuk menyediakan fasilitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar anak di rumah.

 

 

BIBLIOGRAPHY

 

Asrori. (2020). Psikologi Pendidikan Pendekatan Multidisipliner. Purwokerto CV. Pena Persada.

 

Nurjan, S. (2016). Psikologi Belajar Edisi Revisi (W. Setiawan (ed.); Edisi revisi). Ponorogo, WADE GROUP.

 

Prawira, P. A. (2012). Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru (A. Safa (ed.)). Jakarta, AR-RUZZ MEDIA.

 

Sriyanti, L. (2011). Psikologi Belajar (A. Syukur (ed.)). Salatiga, STAIN Salatiga Press.

 

Wiedarti, P. (2018). Pentingnya Memahami Gaya Belajar. In Yippiy project (Ed.), Seri Manual Gls Pentingnya Memahami Gaya Belajar. Jakarta, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Ambarwati, A. (2009). Membuat Anak Rajin Belajar Ternyata Mudah kok (A. Kurniawan (ed.)). Jakarta, PT Tangga Pustaka.

 

Pangarso, J. S. (2017). Jurus Jitu Mendampingi Belajar Anak Di Usia Emas. Jakarta, PT Elex Media Komputindo.

 

Pietono, Y. D. (2014). Mendidik Anak Sepenuh Hati. Jakarta, PT Elex Media Komputindo.

 

Priyatna, A. (2013). Pahami Gaya Belajar Anak! Memaksimalkan Potensi Anak dengan Modifikasi Gaya Belajar. Jakarta, PT Elex Media Komputindo.

 

Redaksi Health Secret. (2013). Mengatasi Penyakit & Masalah Belajar Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun). Jakarta, PT Elex Media Komputindo.