Jurnal Indonesia Sosial Sains

http://jiss.publikasiindonesia.id/

 

Vol 1, No, 5, Desember 2020,

P-ISSN: 2723 - 6692 dan E-ISSN: 2723 - 6595

 

PENGARUH HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MOTOR PADA KSU ANUGRAH REZEKI JATIBARANG INDRAMAYU

 

Ramadhani Nashrullah, Agus Yudianto dan Meddy Nurpratama

STIE YPN Karawang, Universitas Wiralodra Indramayu, Universitas wiralodra Indramayu

Email: ramadhanifirmansyah92@gmail.com, agusyudianto556@yahoo.com dan meddynurpratamafe@unwir.ac.id

 

           Artikel info          

 

                                                                                                           

Artikel history:

Diterima 1 Desember 2020

  Diterima dalam bentuk   revisi 08 Desember 2020

Diterima dalam bentuk revisi 20 Desember 2020

 

 

 

 

 

 

 

Keywords: Price and

Customer Satisfaction

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci: Harga dan Kepuasan Konsumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstract: This study aims to measure customer satisfaction at KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu. The analytical tools used are validity test, reliability test, descriptive statistical analysis, free analysis and simple linear regression analysis. Data processing using the SPSS application assistance program version 22. Y = 20,538 + 0.955X + e. The recapitulation of the respondent's answer score regarding the price at KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu is 2254, the data is in the agree / good area (1958.4 - 2419.2 = agree), meaning that the price is good The results of the recapitulation of scores of respondents' answers regarding customer satisfaction at KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu are 4125, the data is in the agree / good area (3916.8 - 4838.4 = agree) meaning that the level of customer satisfaction is at a good level. The correlation between price and customer satisfaction is 0.371, the value seen is in the low area (0.20 - 0.399 = low) or it can be said that the relationship or relationship between price and consumer satisfaction has a low level of relationship. The results of statistical tests on the price variable on customer satisfaction show that the R Square value is 0.128 or 12.8%, which means that there is an effect of price on customer satisfaction and the remaining 87.2% is a variable outside the study. The value of the sales promotion t (X) is greater than the t table (3.870> 1.985) or the significance level of the t count is smaller than the alpha value (0.000 <0.05). ) positively and significantly towards the consumer satisfaction variable (Y).

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga terhadap kepuasan konsumen di KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu. Alat analisis yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi linier sederhana. Pengolahan data dengan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 22. Y = 20,538 + 0,955X + e Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai harga pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  adalah sebesar 2254, data tersebut berada pada daerah setuju/ baik (1958,4 – 2419,2 =  setuju), artinya harga sudah baik Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai kepuasan konsumen  pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu sebesar 4125, data tersebut berada pada daerah setuju/baik (3916,8 – 4838,4 =  setuju) artinya tingkat kepuasan konsumen  berada pada tingkat yang  baik. Korelasi harga dengan kepuasan konsumen   yaitu sebesar 0,371, nilai korelasi tersebut berada pada daerah rendah (0,20 – 0,399 = rendah) atau dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan harga dengan kepuasan konsumen   mempunyai tingkat hubungan rendah. Hasil uji statistik pada variabel harga terhadap kepuasan konsumen   menunjukkan bahwa Nilai R Square sebesar 0,128 atau 12,8 % artinya ada pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen dan sisanya 87,2% adalah variabel diluar penelitian. Nilai thitung promosi penjualan(X) lebih besar dari ttabel (3,870>1,985) atau tingkat signifikansi thitung lebih kecil dari nilai alpha (0,000 < 0,05), dengan demikian bahwa terjadi penolakan H0 atau penerimaan Ha yang berarti menunjukkan adanya pengaruh variabel harga (X) secara positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen   (Y). 

 

 

 

Coresponden author:                                          Email: ramadhanifirmansyah92@gmail.com

                              artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi

                                                          CC BY

 

 

 

Pendahuluan

Saat ini, sepeda motor telah menjadi tiang penyangga lalu lintas Indonesia. Tidak hanya kalangan menengah ke atas, tetapi juga banyak masyarakat awam yang telah memiliki kendaraan roda dua ini sebagai mobil pribadi. Kendaraan roda dua jenis ini banyak diminati karena dinilai mudah untuk berpergian dan menunjang aktivitas sehari-hari, serta situasi yang semakin padat di kota-kota besar menjadi faktor utama yang menarik perhatian masyarakat yang tinggi terhadap pembelian sepeda motor. Produk yang dihasilkan oleh merek ternama tidak ada hubungannya. Itu terjual habis oleh komunitas. Jenis pesanan tertentu bahkan telah diindentasi selama beberapa bulan.

Agar industri sepeda motor tetap eksis di pasar otomotif maka harus konsisten dengan strategi yang memahami kebutuhan, kebutuhan dan selera konsumen. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya merk dan variannya seperti Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, dll, sehingga perusahaan perlu memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembelian konsumen (Tjiptono, 2016).

Harga merupakan faktor sensitif bagi konsumen, terutama bagi mereka yang percaya bahwa faktor harga lebih baik daripada faktor kualitas. Konsumen menggunakan harga sebagai indikator kualitas, bagi konsumen yang diinginkan adalah produk mewah yang khas dari produk perusahaan. Konsumen memiliki batasan harga yang lebih rendah, jika harga lebih rendah dari batasan tersebut berarti kualitasnya buruk atau tidak memenuhi syarat. Sementara itu, untuk plafon harga, harga di atas plafon dianggap terlalu tinggi dan tidak bernilai uang (Novia & Sutrisna, 2017).

Selain itu faktor harga sangat penting bagi konsumen sebelum membeli.Harga sepertinya menjadi perhatian sebagian besar konsumen dan perusahaan.Jika harga yang ditetapkan perusahaan sejalan dengan minat dan keinginan konsumen, maka keberadaan sepeda motor tersebut dapat melayani. Diterima oleh masyarakat (Sangadji & Sopiah, 2013). Saat ini KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu telah menetapkan harga berdasarkan kualitas produk. Selain itu, KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu juga memberikan kemudahan bagi konsumen seperti potongan harga, hadiah menarik dan menerima pembelian sepeda motor melalui kredit untuk jangka waktu tertentu. Ini merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat membeli sepeda motor sebagai alat transportasi (Umar, 2014).

Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu yang termasuk dalam perusahaan yang bergerak di bidang penjualan sepeda motor, oleh karena itu salah satu upaya untuk mendapatkan kepuasan konsumen adalah dengan lebih memperhatikan kualitas produk dan harga. Hubungan antara produk dan harga dan kepuasan pelanggan, yaitu, kepuasan pelanggan adalah tanggapan yang efektif terhadap pengalaman konsumen, atau penilaian atas konsistensi atau ketidaksesuaian yang dirasakan antara yang diharapkan setelah penggunaan dan hasil produk setelah digunakan (Kotler dan Keller, 2011). Pemasaran adalah keseluruhan sistem kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, memberi harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan (Alma, 2014) .

Kepuasan pelanggan pada saat pembelian tergantung pada kualitas produk (Yamit, 2012), Hanya dengan cara ini dapat memenuhi harapan pembeli. Ini adalah rasa puas bahwa seseorang puas atau kecewa setelah membandingkan produk yang puas dengan kualitas yang diharapkan. Untuk memaksimalkan kepuasan konsumen, produsen harus memperhatikan dan memperhatikan setiap dimensi yang merupakan indikator penentu utama untuk memberikan kepuasan yang maksimal kepada konsumen (Shinta, 2011)

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mempresentasikannya dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul “Dampak Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Motor KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu”.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang terjadi jika menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu menentukan pengaruh harga (X) terhadap kepuasan konsumen (Y). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiasi.

Menurut (Sugiyono, 2012) Pengertian metode penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut: “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang didasarkan pada filosofi positivis, digunakan untuk melakukan penelitian terhadap populasi atau sampel tertentu, menggunakan alat penelitian untuk pengumpulan data, dan analisis data bersifat kuantitatif / statistik dengan tujuan Uji hipotesis. Sudah ditetapkan. "

 

Selain itu, untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat diperlukan data asli dan data tambahan. Data asli merupakan data yang diperoleh secara langsung, yang telah diperiksa keabsahan dan kelengkapannya, kemudian data tersebut diklasifikasikan dan dicatat secara sistematis. Data tambahan adalah data yang dirilis atau digunakan oleh organisasi yang bukan pemroses.

 

Hasil dan Pembahasan

1.    KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu

a.      Sejarah

Koperasi Serba Guna (KSU) Indramayu Anugrah Rezeki Jatibarang merupakan salah satu dari sekian koperasi yang ada di Provinsi Riau. Koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam ini merupakan suatu komunitas dimana pemerintah menguntungkan masyarakat. Koperasi tersebut juga bergerak dalam usaha kredit sepeda motor roda dua. Melalui Astra Honda.

Koperasi Sumber Komersial (KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu) didirikan dengan dana dari simpanan wajib dan simpanan pokok anggota. Sejak koperasi berdiri, kegiatannya adalah simpan pinjam, kredit sepeda motor. Dalam rangka pengembangan usaha koperasi, anggota koperasi yang berkembang saat ini tidak hanya koperasi yang mengajukan pinjaman valas, tetapi sekarang koperasi tersebut telah bekerjasama dengan bank, dan anggota juga dapat mengajukan pinjaman valas dari bank melalui koperasi.Visi dan misi koperasi serba usaha ( KSU )

Visi :

Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam sebagai Koperasi Pembiayaan yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan.

Misi :

1)      Mengajak seluruh masyarakat terutama wirausahawan untuk menjadi Anggota Koperasi serba usaha ( KSU), agar dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk Koperasi Simpan Pinjam .

2)      Membantu Anggota dan Masyarakat didalam mobilisasi permodalan untuk kemudian disalurkan ke anggota maupun masyarakat baik yang digunakan untuk usaha maupun kebutuhan anggota/masyarakat

3)      Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif, dengan mengajak mitra usaha lainnya baik BUMN, swasta, perbankan maupun gerakan koperasi lainnya.

b.   Aktivitas koperasi

Kegiatan koperasi baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran operasional koperasi, diharapkan kelancaran kegiatan koperasi dapat mendorong terwujudnya tujuan kerjasama yang efektif dan efisien guna mencapai hasil yang terbaik.

Kegiatan koperasi yang ada antara lain simpan pinjam kepada masyarakat, yang telah dialokasikan oleh pemerintah daerah untuk dinikmati masyarakat Kelurahan Kotalama pada umumnya. Dan ada juga kredit sepeda motor beroda.

c.    Struktur Organisasi

Tanpa struktur organisasi, badan usaha tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan benar, karena struktur organisasi merupakan alat untuk menentukan dan menampilkan posisi, fungsi, tanggung jawab, dan perizinan setiap departemen. Selain itu, struktur organisasi akan memudahkan koordinasi dan pengawasan. Struktur organisasi koperasi sumber komersial "KSU" Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu.

d.   Uraian Tugas (job description)

Pada dasarnya setiap organisasi pasti memiliki job description yang jelas, dan setiap unit kerja mudah dipahami, sehingga tanggung jawab masing-masing unit dapat direncanakan, dikendalikan dan diawasi dengan baik. Tanggung jawab, tanggung jawab dan kewenangan masing-masing jabatan pada Koperasi Sumber Usaha "KSU" Anugrah Rezeki adalah sebagai berikut:

1. Rapat anggota.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari Rapat Anggota yaitu sebagai berikut :

a)      Anggaran dasar.

b)      Pemilihan pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas.

c)      Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan belanja dan belanja koperasi.

d)     Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dan badan pemeriksa dalam pelaksanaan tugasnya.

e)      Pembagian SHU, penggabungan peleburan pembagian dan pembubaran koperasi.

f)       Menyelenggarakan rapat anggtota minimal 1x dalam dua bulan.

2. Pembina koperasi.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Pembina yaitu sebagai berikut :

a)      mewakili koperasi dimuka dan diluar pengadilan

b)      memutuskan penerimaan dan penolakkan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.

c)      melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan kemanfaatan koperasi sesuai dgn tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.

3. Ketua koperasi.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Ketua yaitu sebagai berikut :

a)      Bertanggung jawab langsung kepada badan pemeriksa.

b)      Menyusun rencana kerja koperasi, termasuk RAP dan RAB yang telah disahkan dalam rapat anggota tahunan.

c)      Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan tata kerja dan produk menurut ketentuan yang berlaku.

d)     Mengkoordinasi kegiatan setiap bagian dan memeriksa administrasi keuangan koperasi tentang kebenaran dan kelengkapan laporan-laporan keuangan.

e)      Memperhatikan kondisi koperasi.

f)       Memperbaharui system pembukuan dan memperbaharui struktur organisasi sehubungan dengan perkembangan koperasi.

4. Sekretaris.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Sekretaris yaitu sebagai berikut :

a)      menyelenggarakan dan memelihara buku organisasi dan semua arsip.

b)      Memelihara tata kerja merencanakan peraturan khusus serta ketentuan lain.

c)      merencanakan kegiatan operasional bidang ideal meliputi program pendidikan, penyuluhan, dan sebagainya.

d)     Bertanggung jawab dalam bidang administrasi organisasi kepada ketua.

e)      mengadakan hubungan antara bendahara dan manajer dalam bidang berkaitan.

5. Bendahara.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Bendahara yaitu sebagai berikut :

a)      menyimpan rencana kerja dan pola pelaksanaan dibidang tugas kebendaharaan.

b)       mencari dana dan mengatur arus uang keluar masuk.

c)      membantu dan mengawasi pekerjaan ketua dalam hal penyelenggaraan administrasi keuangan koperasi.

d)     memelihara harta kekayaan koperasi.

6. Seksi kredit.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Seksi Kredit yaitu sebagai berikut :

a)      Bertanggung jawab langsung kepada ketua.

b)      Memeriksa permohonan pinjaman baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan pimpinan atau yang ditunjuk.

c)      Meminta informasi di lapangan mengenai keadaan calon peminjam yang akan diberi pinjaman.

d)     Menganalisa hasil pemeriksaan di tempat kemudian mengajukan usulan ke pemimpinan baik usulan diterima atau ditolak.

e)      Membuat analisa perpanjangan kredit, perubahan kredit dan sebagainya.

7. Pengawas koperasi.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang dari seorang Pengawas yaitu sebagai berikut :

a)      melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi.

b)      Membuat laporan tertulis tentang hasil pengwasannya.

c)      Menyampaikan saran / masukan atas sesuatu hal kepada pengurus apabila diperlukan.

d)     Meneliti pembukuan.

e)      Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari pengurus.

f)       Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.

2.    Profil Responden

Jumlah kuesioner yang disebar dalam penelitian ini sebanyak 96 kuesioner, dan objek penelitiannya adalah konsumen KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu. Kuesioner yang dikembalikan dari 96 kuesioner yang dibagikan adalah 25 kuesioner. Oleh karena itu, kuesioner yang tidak dikembalikan adalah 0. Oleh karena itu, tingkat respon penelitian ini adalah 100%. Dalam 96 kuesioner yang dikembalikan, semua jawaban sudah lengkap dan layak untuk dianalisis.

Berikut ini gambaran karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia dan pekerjaan konsumen KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu.

 

 

Tabel 4.2
Jenis Kelamin, Umur, dan Pekerjaan Responden

Kategori

Uraian

Jumlah

Prosentase (%)

Jenis Kelamin

Laki-laki

Perempuan

71

25

 

74 %

26 %

 

 

Jumlah

96

100 %

Umur

< 25 tahun

26-35 tahun

36-45 tahun

> 46 tahun

15

32

22

27

16 %

33 %

23 %

28 %

 

Jumlah

96

100 %

Pekerjaan

Pegawai Negeri Sipil

Petani

Pedagang

Karyawan

Wiraswasta

Lain-lain

12

22

31

11

13

7

13 %

23 %

32 %

14 %

12 %

6 %

 

Jumlah

96

100 %

Sumber: Data Diolah 2020

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, sebagian besar responden adalah laki-laki sebanyak 71%, dan sisanya perempuan sebanyak 25%. Rentang usia responden adalah: 16% untuk <25 tahun, 33% untuk 26-35 tahun, 23% untuk 36-45 tahun, dan 28% untuk 46 tahun. Jenis pekerjaannya juga berbeda, yaitu PNS 13%, Petani 23%, Pengusaha 32%, Pekerja 14%, Wiraswasta 12% dan Lainnya 6%.Hasil Penelitian Variabel Harga (X)

Hasil penelitian variabel harga (X) diperoleh melalui pengisian kuisioner yang disebarkan kepada 96 orang responden yang dijadikan sebagai sampel. Dimensi yang digunakan pada variabel harga (X). Pertanyaan - pertanyaan yang terdapat pada kuisioner dibuat sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada kisi-kisi instrumen yang ada.

Data rekapitulasi / tabulasi dari jawaban responden mengenai variabel harga (X) seperti terlihat pada tabel (data lampiran). Total skor variabel harga (X) yaitu sebesar 2254.

Berikut ini adalah hasil uji validitas dan reliabilitas mengenai variabel harga (X) :

a.       Uji Validitas Variabel Harga (X)

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Kriteria:

1.      Jika rhitung > rtabel, maka pernyataan tersebut valid

2.      Jika rhitung £ rtabel, maka pernyataan tersebut tidak valid

Dimana untuk df = n – 1 = 96 – 1 = 95 dan α = 5%, berdasarkan tabel  koefesien korelasi r product moment maka diperoleh rtabel = 0.1996.

Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 22.0 for Windows diperoleh:

 

Tabel 4.3
Uji Validitas Harga (X)

Item-Total Statistics

Item-Total Statistics

 

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted

 

B_01

19.44

5.638

.331

.674

 

B_02

19.63

4.995

.572

.590

 

B_03

19.52

5.747

.375

.658

 

B_04

19.65

5.979

.400

.653

 

B_05

19.54

5.135

.451

.633

 

B_06

19.63

5.416

.387

.656

 

 

No. Butir

rhitung

rtabel

Status

 

 

1.       

0.331

0.1996

Valid

 

 

2.       

0.572

0.1996

Valid

 

 

3.       

0.375

0.1996

Valid

 

 

4.       

0.400

0.1996

Valid

 

 

5.       

0.451

0.1996

Valid

 

 

6.       

0.387

0.1996

Valid

 

Sumber: Data Primer Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan  diperoleh untuk setiap pernyataan nilai rhitung­­ > rtabel sehingga semua pernyataan untuk variabel harga (X) adalah valid.

b.      Uji Reliabilitas Variabel Harga (X)

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. suatu instrument dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,60.

Hasil uji reliabilitas variabel harga (X) dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini:

Tabel 4.4

Uji Reliabilitas Variabel Harga (X)

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.686

6

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Versi 22

Dengan melihat hasil perhitungan di atas diperoleh nilai Cronbach's Alpha > 0,60 atau  0,689 > 0,60 sehingga variabel harga (X) adalah reliabel.

c.       Analisis Statistik Deskriptif Variabel Harga (X)

Deskripsi data penelitian merupakan gambaran dari data yang diperoleh dalam proses penelitian. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tabulasi data untuk mengetahui tingkat persepsi yang peneliti cek yaitu harga (X). Setiap pernyataan berkisar dari 1 sampai 5, dengan 96 responden, dan itu akan menggunakan interval untuk perhitungan. Rata-rata tertinggi adalah 5 dan rata-rata terendah adalah 1. Oleh karena itu, variabel harga (X) diklasifikasikan sebagai berikut:

Tabel.4.5

Skor Kriteria Jawaban Seluruh Responden dari Setiap Pertanyaan

Skor

Rentang Skala

Bobot Nilai

5

2419,2–  2880

Sangat Setuju

4

1958,4 2419,2

Setuju

3

1497,6 1958,4

Cukup Setuju

2

1030,8 1497,6

Tidak Setuju

1

576 – 1030,8

Sangat Tidak Setuju

Sumber  : Hasil pengolahan peneliti, 2020

Rata-rata tertimbang (X) dari harga rata-rata 96 responden adalah sebagai berikut:

Dari hasil survey kuisioner terhadap 96 responden pada 96 pertanyaan tentang variabel harga (X), skor tertinggi 5 poin dan skor terendah 1 poin. Tabel berikut mencantumkan hasil distribusi frekuensi dari variabel harga (X):

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Variabel Harga (X)

Descriptive Statistics

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Sum

Std. Deviation

B_01

96

1

5

388

.767

B_02

96

1

5

370

.740

B_03

96

2

5

380

.679

B_04

96

2

5

368

.574

B_05

96

1

5

378

.805

B_06

96

1

5

370

.781

Valid N (listwise)

96

 

 

2254

 

Sumber: Hasil kuesioner tahun 2020 (data primer diolah)

Seperti terlihat pada Tabel 4.4 di atas, nilai rata-rata kuesioner harga tertimbang (X) yang dijawab oleh responden adalah 2254, yang berarti dapat disimpulkan termasuk dalam kategori “setuju / ton barang”.

Tabel berikut merupakan hasil analisis statistik deskriptif variabel harga (X):

Tabel 4.7

Analisis Statistik Deskriptif Variabel Harga (X)

Statistics

Total

N

Valid

96

Missing

0

Mean

23.48

Std. Error of Mean

.278

Median

24.00

Mode

24

Std. Deviation

2.726

Variance

7.431

Range

14

Minimum

14

Maximum

28

Sum

2254

Percentiles

5

18.00

95

27.00

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Versi 22

Hasil analisis statistik deskriptif variabel harga (X) dengan menggunakan skala teoritik 5% sampai dengan 95% diperoleh skor rata-rata (mean) sebesar 23,48, nilai tengah (median) sebesar 24,00, nilai standar deviasi sebesar 2,726, nilai variansi sebesar 7,431, nilai minimum sebesar 14 dan nilai maksimum sebesar 28.

Gambar 4.2

Histogram Variabel Harga (X)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 22

2.    Hasil Penelitian Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Hasil penelitian variabel kepuasan konsumen (Y) diperoleh melalui pengisian kuisioner yang disebarkan kepada 96 orang responden yang dijadikan sebagai sampel. Dimensi yang digunakan pada variabel kepuasan konsumen (Y). Pertanyaan - pertanyaan yang terdapat pada kuisioner dibuat sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada kisi-kisi instrumen yang ada.

Data rekapitulasi / tabulasi jawaban responden mengenai variabel kepuasan konsumen (Y) seperti terlihat pada tabel (data terlampir). Total skor variabel kepuasan konsumen (Y) yaitu sebesar 4125.

 

Berikut ini adalah hasil analisis uji validitas dan reliabilitas mengenai variabel kepuasan konsumen (Y) :

a.    Uji Validitas Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Kriteria:

1.    Jika rhitung > rtabel, maka pernyataan tersebut valid

2.    Jika rhitung £ rtabel, maka pernyataan tersebut tidak valid

Dimana untuk df = n – 1 = 96 – 1 = 95 dan α = 5%, berdasarkan tabel  koefesien korelasi r product moment maka diperoleh rtabel = 0.1996.

Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 22.0 for Windows diperoleh:

Tabel 4.8
Uji Validitas Kepuasan Konsumen (Y)

Item-Total Statistics

 

 

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted

 

B_01

40.59

41.949

.651

.915

 

B_02

40.60

44.852

.533

.920

 

B_03

40.70

41.729

.787

.910

 

B_04

40.81

40.975

.788

.909

 

B_05

40.60

42.473

.597

.918

 

B_06

40.56

43.870

.574

.918

 

B_07

40.58

41.951

.720

.912

 

B_08

40.77

40.957

.601

.919

 

B_09

40.73

42.242

.677

.914

 

B_10

40.72

41.320

.735

.912

 

B_11

40.59

41.970

.728

.912

 

B_12

40.62

41.142

.723

.912

 

 

No. Butir

rhitung

rtabel

Status

 

1.       

0.651

0.1996

Valid

 

2.       

0.533

0.1996

Valid

 

3.       

0.787

0.1996

Valid

 

4.       

0.788

0.1996

Valid

 

5.       

0.597

0.1996

Valid

 

6.       

0.574

0.1996

Valid

 

7.       

0.720

0.1996

Valid

 

8.       

0.601

0.1996

Valid

 

9.       

0.677

0.1996

Valid

 

10.   

0.735

0.1996

Valid

 

11.   

0.728

0.1996

Valid

 

12.   

0.723

0.1996

Valid

Sumber: Data Primer Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan  diperoleh untuk setiap pernyataan nilai rhitung­­ > rtabel sehingga semua pernyataan untuk variabel kepuasan konsumen (Y) adalah valid.

b.      Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. suatu instrument dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,60.

Hasil uji reliabilitas variabel kepuasan konsumen (Y)  dapat dilihat pada tabel 4.7 di bawah ini:

Tabel 4.9

Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Reliability Statistics

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.921

12

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Versi 22

Dengan melihat hasil perhitungan di atas diperoleh nilai Alpha Cronbach > 0,60 atau  0,921 > 0,60 sehingga variabel kepuasan konsumen (Y)  adalah reliabel.

c.       Analisis Statistik Deskriptif Variabel Kepuasan konsumen (Y)

Deskripsi data penelitian merupakan suatu gambaran dari data yang telah diperoleh selama penelitian dilakukan. Setelah data terkumpul semua langkah selanjutnya adalah melakukan tabulasi data, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkatan persepsi yang peneliti teliti yaitu kepuasan konsumen (Y).  Dimana setiap pernyataan berentang 1 sampai 5 dengan jumlah responden sebanyak 96 orang, akan dihitung menggunakan interval. Rata-rata tertinngi 5 dan rata-rata terendah 1. Oleh karena itu variabel kepuasan konsumen (Y)  dikategorikan sebagai berikut:

Tabel.4.10

Skor Kriteria Jawaban Seluruh Responden dari Setiap Pertanyaan

Skor

Rentang Skala

Bobot Nilai

5

4838,4 –  5760

Sangat Setuju

4

3916,8 4838,4

Setuju

3

2995,2 3916,8

Cukup Setuju

2

2073,6 2995,2

Tidak Setuju

1

1152 – 2073,6

Sangat Tidak Setuju

Sumber  : Hasil pengolahan peneliti, 2020

Rata-rata tertimbang dari kepuasan konsumen (Y)  dari 96 responden dapat dilihat sebagai berikut:

Dari hasil jawaban kuesioner yang diberikan kepada 96 responden atas 12 pertanyaan mengenai variabel kepuasan konsumen (Y)  dengan memberikan skor tertinggi 5 dan terendah 1. Berikut ini hasil distribusi frekuensi variabel kepuasan konsumen (Y)  tersaji pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Sum

Std. Deviation

B_01

96

1

5

361

.843

B_02

96

2

5

360

.632

B_03

96

1

5

351

.737

B_04

96

1

5

340

.807

B_05

96

1

5

360

.846

B_06

96

2

5

364

.710

B_07

96

1

5

362

.774

B_08

96

1

5

344

1.012

B_09

96

2

5

348

.785

B_10

96

1

5

349

.822

B_11

96

1

5

361

.764

B_12

96

1

5

358

.852

Valid N (listwise)

96

 

 

4125

 

Sumber: Hasil kuesioner tahun 2020 (data primer diolah)

Dilihat dari tabel 4.8 di atas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor tertimbang kuesioner kepuasan konsumen (Y)  yang telah dijawab oleh responden sebesar 1728

artinya dapat disimpulkan masuk dalam kategori setuju/baik.

Berikut ini hasil Analisis Statistik Deskriptif variabel kepuasan konsumen (Y)  tersaji pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.12

Analisis Statistik Deskriptif Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

Statistics

Total

N

Valid

96

Missing

0

Mean

42.97

Std. Error of Mean

.717

Median

45.00

Mode

48

Std. Deviation

7.025

Variance

49.357

Range

38

Minimum

22

Maximum

60

Sum

4125

Percentiles

5

29.70

95

54.15

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS Versi 22

Hasil analisis statistik deskriptif variabel kepuasan konsumen dan pegawai (Y) dengan menggunakan skala teoritik 5% sampai dengan 95% diperoleh skor rata-rata (mean) sebesar 42,97, nilai tengah (median) sebesar 45,00, nilai standar deviasi sebesar 7,025, nilai variansi sebesar 49,357, nilai minimum sebesar 22 dan nilai maksimum sebesar 60.

Gambar 4.3

Histogram Variabel Kepuasan Konsumen (Y)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 22

Pembahasan

  1. Analisis Korelasi

Hasil analisis korelasi harga dengan kepuasan konsumen terlihat pada tabel 4.13 berikut ini :

Tabel 4.13

Analisis Korelasi Harga dengan Kepuasan Konsumen

Correlations

 

Harga

Kepuasan Konsumen

Harga

Pearson Correlation

1

.371**

Sig. (2-tailed)

 

.000

N

96

96

Kepuasan Konsumen

Pearson Correlation

.371**

1

Sig. (2-tailed)

.000

 

N

96

96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

 

Berdasarkan data pada tabel tersebut, korelasi harga dengan kepuasan konsumen yaitu sebesar 0,371, nilai korelasi tersebut berada pada daerah sedang (0,20 – 0,399 = rendah) atau dapat dikatakan bahwa korelasi atau hubungan harga dengan kepuasan konsumen mempunyai tingkat hubungan rendah. Jika harga baik maka kepuasan konsumen akan baik, demikian sebaliknya.

  1. Analisis Regresi Linier

Analisis regresi linier mengenai pengaruh harga (X) terhadap kepuasan konsumen (Y) diperoleh hasil sebagai berikut :

  1. Model Summary

Hasil analisis regresi liner model summary terlihat pada tabel 4.14 berikut ini :

Tabel 4.14

Analisis Regresi Linier Model Summary

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.371a

.137

.128

6.560

a. Predictors: (Constant), Harga

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 22

Hasil keluaran nilai koefisien determinasi (R Square atau R2) sebesar 0,128. Nilai tersebut menunjukan kemampuan variabel harga (X) memiliki pengaruh dalam menjelaskan variansi pada variabel kepuasan konsumen dan pegawai (Y) yaitu sebesar 12,8 % dan sisanya sebesar 87,2 % dipengaruhi oleh faktor lain (e) yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

2.    Model Coefficients

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

20.538

5.835

 

3.520

.001

Harga

.955

.247

.371

3.870

.000

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Hasil analisis regresi linier model coefficients terlihat pada tabel 4.15 berikut ini Tabel 4. 15Analisis Regresi Linier Model Coefficients

 

 

 

 

 

Sumber: Hasil Output SPSS 22  for windows

            Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa hasil perhitungan koefisien untuk Uji t adalah sebagai berikut : Nilai thitung pada variabel harga (X) thitung 3,870> ttabel 1,985 dan dengan tingkat signifikansi 0,000< 0,05 maka Ha diterima  artinya harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen

c.       Interpretasi

Berdasarkan analisis statistik di atas maka hasil penelitian mengenai pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1.      Harga di KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu          

Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai harga pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu adalah sebesar 2254, data tersebut berada pada daerah setuju (1958,4 2419,2 =  setuju), artinya harga para guru sudah  setuju

2.      Kepuasan konsumen di KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu

Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai kepuasan konsumen pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu sebesar 4125 data tersebut berada pada daerah baik (3916,8 4838,4 =  setuju ) artinya tingkat kepuasan konsumen berada pada tingkat yang baik.

3.      Pengaruh harga Terhadap kepuasan konsumen pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu

Hasil uji statistik pada variabel harga terhadap kepuasan konsumen menunjukkan bahwa Nilai R Square sebesar 0,128 atau 12,8 % artinya ada pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen dan sisanya 87,2 % adalah variabel diluar penelitian (Nugroho, 2011).

Nilai thitung harga (X) lebih besar dari ttabel (3,870>1,985) atau tingkat signifikansi thitung lebih kecil dari nilai alpha (0,000 < 0,05), dengan demikian bahwa terjadi penolakan H0 atau penerimaan Ha yang berarti menunjukan adanya pengaruh variabel harga (X) secara positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Y).

 

Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian mengenai pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen pada  KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  adalah :

1.        Harga spare part yang ada pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  berada pada kondisi baik. Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai harga pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  adalah sebesar 2254 data tersebut berada pada daerah baik (1958,4 2419,2 =  setuju),

2.        Kepuasan konsumen di KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  berada pada kondisi baik. Hasil rekapitulasi skor jawaban responden mengenai kepuasan konsumen pada KSU Anugrah Rezeki Jatibarang Indramayu  sebesar 4125 data tersebut berada pada daerah setuju (3916,8 4838,4 =  setuju)

Hasil uji statistik pada variabel harga terhadap kepuasan konsumen menunjukkan bahwa Nilai R Square sebesar 0,128 atau 12,8% artinya ada pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen dan sisanya 87,2% adalah variabel diluar penelitian. Nilai thitung harga (X) lebih besar dari ttabel (3,870>1,985) atau tingkat signifikansi thitung lebih kecil dari nilai alpha (0,000 < 0,05), dengan demikian bahwa terjadi penolakan H0 atau penerimaan Ha yang berarti menunjuk an adanya pengaruh variabel harga (X) secara sangat signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Y).

 

 

Bibliografi

 

Alma, B. (2014). Manajemen pemasaran dan pemasaran jasa. Bandung: Alfabeta.

 

Kotler dan Keller. (2011). Dialihbahasakan Oleh Bob Sabran 2011.Manajemen Pemasaran (Edisi 12 Jilid 1 (ed.)). PT.Indeks.

 

Novia, H. E., & Sutrisna, E. (2017). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan pada Expedisi di Pekanbaru (Studi PT. Jne (Jalur Nugraha Ekakurir) Pekanbaru). Riau University.

 

Nugroho, E. P. (2011). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA NOTEBOOK ACER (Studi Kasus Mahasiswa Unnes Fakultas Ekonomi). Universitas Negeri Semarang.

 

Sangadji, E. M., & Sopiah, P. K. (2013). Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitian. Yogyakarta: CV Andi Offset.

 

Shinta, A. (2011). Manajemen pemasaran. Malang: UB Press.

 

Sugiyono. (2012). Statistik Untuk Penelitian. Alfabeta.

 

Tjiptono, F. (2016). Strategi Pemasaran Edisi 3. Yogyakarta: Andi.

 

Umar, H. (2014). Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. PT. RajaGrafindo Persada.

 

Yamit, Z. (2012). Manajemen Kualitas Produk dan Jasa, Ekonisia. Yogyakarta.