Jurnal Indonesia Sosial Sains

http://jiss.publikasiindonesia.id/

 

Vol 1, No, 5, Desember 2020,

P-ISSN: 2723 - 6692 dan E-ISSN: 2723 - 6595

 

ALASAN PEMILIHAN TEMPAT DAN KETERSEDIAAN PRODUK TERHADAP KESINAMBUNGAN BISNIS PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, TBK

 

Dian Berliansyah Putra

Universitas Bina Sarana Informatika

Email: dian.dbp@bsi.ac.id

 

           Artikel info          

 

                                                                                                           

Artikel history:

Diterima 20 November 2020

  Diterima dalam bentuk   revisi 10 Desember 2020

Diterima dalam bentuk revisi 20 Desember 2020

Keywords:

place selection; product availability; business continuity; descriptive quantitative; multiple linear regression;

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci:

pemilihan tempat; ketersediaan produk; kesinambungan bisnis; kuantitatif deskriftip; regresi linier berganda;

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstract: The objectives of this research are: 1. To examine the effect of choosing a place on business continuity for Alfamart. 2. To analyze the effect of product availability on business continuity for Alfamart. The observation methodology used is descriptive quantitative and multiple linear regression analysis. Data processing was carried out using SPSS version 22 which included tests of validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, hypothesis testing (partial t test and simultaneous F), and the coefficient of determination (r2). The results of the research are as follows: (a.) The place selection variable has a negative and insignificant effect on business continuity. (b.) Product Availability variable has a positive and significant effect on Business Continuity.

 

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini ialah: 1. Untuk menelaah efek memilih tempat terhadap kelangsungan bisnis bagi Alfamart. 2. Untuk menganalisis pengaruh ketersediaan produk pada kelangsungan bisnis bagi Alfamart.  Metodologi observasi yang dipakai ialah deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linier berganda. Pemrosesan data dilakukan dengan SPSS versi 22 yang meliputi tes validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, uji hipotesis (uji t parsial dan F simultan), dan uji koefisien determinasi (r2). hasil penelitian sebagai berikut: (a.) Variabel PemilihanTempat memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis. (b.) Variabel Ketersediaan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis.

 

 

                                        Coresponden author:

                                 Email: dian.dbp@bsi.ac.id                                                                     

                              artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi

                                                                                         CC BY

 

                                                                       

 

 

Pendahuluan

Dalam penerapan pembangunan ekonomi nasional suatu negara mengutamakan pembiayaan baik dari pemerintah ataupun masyarakat, pasar modal yaitu salah satu sumber alternative pendanaan baik bagi pemerintah ataupun swasta. Pemerintah yang memerlukan dana dapat mempublishkan obligasi ataupun surat utang serta menjualnya kemasyarakat dengan pasar modal. Dengan begitu swasta yang dalam hal ini merupakan perusahaan yang memerlukan dana bisa menerbitkan efek, baik dalam ukuran saham ataupun obligasi serta menjualnya ke masyarakat melewati pasar modal (Juliati, 2015).

Pasar ialah tempat bersatunya beberapa pembeli serta sejumlah penjual di mana terjadi transaksi jual-beli barang-barang yang ada di sana. Menurut (Arianty, 2014) cara melakukan jual beli dipasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

Menurut (Dakhoir, 2018) pasar modern ialah pasar yang ditangungjawab dengan manajemen modern, umumnya ada di kawasan perkotaan,selaku penyedia barang serta jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik terhadap konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas). Pasar modern ialah mall, supermarket, departement store, shopping centre, waralaba, toko mini swalayan, pasar serba ada, toko serba ada, dan sebagainya (Aryani, 2011).

Kemajuan bisnis ritel di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat akhir-akhir ini, terutama ritel modern dalam semua jenisnya. Beberapa hal pendukung kemajuan usaha ritel modern yaitu cukup terbukanya kesempatan pasar, kemajuan usaha manufaktur yang akan memasuk produknya ke retailer (peritel) serta cara pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan cara yaitu mengembangkan bisnis ritel (Utomo, 2010).

Pertumbuhan pasar modal di Indonesia beberapa tahun terkahir ini sangatlah begitu pesat, terlihat dari adanya peningkatan jumlah investor yang memilih untuk berinvestasi di berbagai instrumen pasar modal seperti investasi saham dan surat berharga lainnya. Saham merupakan surat berharga yang menunjukan bukti kepemilikan suatu perusahaan (Pratiwi et al., 2020).

Dengan perkembangan bisnis ritel, saat ini bisnis ritel tidak lagi diolah dengan cara tradisional, tetapi dengan cara kekinian. Kompetisi yang ketat dalam bisnis ritel tidak lepas dari menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan baik lokal, nasional maupun internasional dengan berbagai faktor yang menjadi sasaran. Persaingan telah mendorong para pelaku bisnis di sektor ritel untuk selalu menjadi konsumen pengecer pilihan dan mempertahankan konsumen mereka (Iskamto, 2017).

Bisnis ritel terjadi kemajuan yang cukup pesat, terkhusus di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan makin banyaknya bisnis ritel tradisional yang melaksanakan pembenahan diri menjadi bisnis ritel modern, ataupun bisnis ritel modern yang baru lahir. Ritel ialah keseluruhan kegiatan  bisnis yang berkaitan dengan penjualan serta pemberian layanan kepada konsumen untuk pemakai yang sifatnya individu sebagai pribadi dan keluarga (Utami, 2010).

Kompetisi diantara ritel tradisional ataupun ritel modern paling banyak mendatangkan perhatian, karena selalu menentukan tempat pihak ritel tradisional dalam kedudukan yang lemah. Perbedaan karakter yang berbanding terbalik semakin memperlemah kedudukan ritel tradisional. Ketidakjelasan regulasi terhadap industri ritel, terutama menyangkut jarak lokasi ritel, menambah berat upaya melindungi ritel tradisional (Utomo, 2011).

Minimarket ialah sejenis bisnis ritel yang berkembang pesat saat ini yang menjual kebutuhan sehari-hari serta menawarkan kenyamanan sebab lokasinya yang bisa dijangkau serta dekat dengan konsumen dan mengutamakan kepraktisan dan kecepatan yang didukung dari area toko atau outlet yang tidak terlalu besar sehingga konsumen berbelanja dengan waktu yang tidak terlalu lama (Nugraha, 2016)

Keunggulan lain berbelanja di toko serba ada adalah suasana berbelanja yang aman dan nyaman, tidak ada kesulitan dalam memilih barang yang dibutuhkan, kualitas barang lebih terjamin jika dibandingkan dengan berbelanja di pasar tradisional, harga produk sudah pasti sehingga tidak perlu dinegosiasikan dan dapat berbelanja untuk berbagai keperluan di satu tempat sehingga menghemat waktu dan usaha. Dan juga, ketersediaan produk yang dijual di toko-toko ritel ini masih mempertahankan kepercayaan dan kenyamanan pelanggan untuk terus berbelanja di toko-toko ini  (Pramudyo, 2014). Tujuan dalam penelitian ini ialah: 1.) Untuk menelaah efek memilih tempat terhadap kelangsungan bisnis bagi Alfamart. 2.) Untuk menganalisis pengaruh ketersediaan produk pada kelangsungan bisnis bagi Alfamart.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif ini ialah jenis penelitian yang dilakukan dengan menganalisa data yang sudah tersedia secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak (Sugiyono, 2017). Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara acak sehingga kesimpulan dari hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi tempat sampel diambil.

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Uji Validitas dan Reliabilitas

1.    Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur validitas kuesioner. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan metode analisis korelasi.

Tabel 1. UjiValiditas Item-Total Statistics

 

 

Scale Mean if Item Deleted

 

ScaleVariance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Squared Multiple Correlation

Cronba hs Alpha if Item Deleted

Pemilihan_Tempat

23,94

 

8,173

0,439

0,264

0,660

Ketersediaan_Produk

24,04

 

7,371

0,649

0,431

0,333

Kesinambungan_Bisnis

23,79

 

11,582

0,411

0,266

0,674

             Sumber: Data diolah dengan SPSS

 

 

 

 

 

Tabel 2. Hasil Uji Validitas variabel Pemilihan Tempat, Ketersediaan Produk dan Kesinambungan Bisnis

dengan n = 52, df = 52 – 2 = 50, maka r table sama dengan 0,2732

VARIABEL

R HITUNG

R TABEL

HASIL

Pemilihan Tempat

0,439

0,2732

Valid

Ketersediaan Produk

0,649

0,2732

Valid

Kesinambungan Bisnis

0,411

0,2732

Valid

       Sumber: Data diolah dengan SPSS

 

Tabel 3. Correlations

 

Pemilihan_

Tempat

Ketersediaan_

Produk

 

Business_

Continuity

Pemilihan_Tempat

Pearson Correlation

1

0,510**

0,214

 

Sig. (2-tailed)

 

0,000

0,128

 

N

52

52

52

Ketersediaan_Produk

Pearson Correlation

0,510**

1

0,513**

Sig. (2-tailed)

0,000

 

0,000

 

N

52

52

52

Kesinambungan_Bisnis

Pearson Correlation

0,214

0,513**

1

 

Sig. (2-tailed)

0,128

0,000

 

 

N

52

52

52

           Sumber: Data diolah dengan SPSS

Dilihat dari luar, hasil signifikansi untuk semua indikator menunjukkan hasil yang signifikan (0,000 <0,05) sehingga disimpulkan bahwa setiap indikator pertanyaan adalah valid.

2.    Uji Reliabilitas

Tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil yang konsisten dari jawaban tentang tanggapan responden. Tabel di bawah ini menyajikan hasil pengujian reliabilitas untuk Tempat Memilih, Ketersediaan Produk, dan Kesinambungan Bisnis. 

      Tabel 4.

Uji Reliabilitas Pemilihan Tempat, Ketersediaan Produk dan Kesinambungan Bisnis

 

Cronbach’s Alpha

Standard

Hasil

Pemilihan_Tempat

0,606

0,60

Reliabel

Ketersediaan_Produk

0,739

0,60

Reliabel

Kesinambungan_Bisnis

0,639

0,60

Reliabel

     Sumber: Data diolah dengan SPSS

Berdasarkan Tabel 4. di atas menunjukkan hasil uji reliabilitas. Tabel di atas dapat dijelaskan karena nilai Alpha Cronbach untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa alat ukurnya Handal.

3.    Uji Asumsi Klasik

1)        Uji Normalitas (Uji Kolmogorov-Smirnov)

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel perancu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak.

Tabel 5 Uji Normality

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Pemilihan_

Tempat

Ketersediaan_

Produk

Kesinambungan_

Bisnis

N

 

52

52

52

Normal Parametersa.b

Mean

11,94

11,85

12,10

 

Std. Deviation

2,043

1,872

1,404

Most Extreme Differences

Absolute

0,223

0,133

0,239

 

Positive

0,091

0,117

0,239

 

Negative

-0,223

-0,133

-0,184

Test Statistic

 

0,223

0,133

0,239

Asymp. Sig. (2-tailed)

 

0,000c

0,022c

0,000c

                  Sumber: Data diolah dengan SPSS

Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai variabel Asymptot Signifikan (2-tailed) dari Memilih Tempat (0,000), Ketersediaan Produk (0,022) dan Keberlangsungan Bisnis (0,000) kurang dari α = 0,05, sehingga data variabel tersebut Tidak Terdistribusi Secara Normal tetapi Memiliki Efek Yang Signifikan.

2)        Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi menemukan korelasi antara variabel independen (Independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika VIF adalah < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi dalam penelitian ini.

                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                   Tabel 6

Coefficientsa  

Multikolinierias

 

 

                  Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

 

 

t

 

 

Sig.

 

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

7,777

1,218

 

6,384

0,000

 

 

 

Pemilihan_Tempat

-0,044

0,098

-0,065

-0,455

0,651

0,740

1,352

 

Ketersediaan_

Produk

0,409

0,107

0,546

3,838

0,000

0,740

1,352

 

Sumber: Data diolah dengan SPSS

Melihat hasil analisis pada tabel di atas menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki Variance Inflation Factor (VIF) adalah < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi.

1)      Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan grafik sebar. Melalui analisis grafik, model regresi dianggap tidak terjadi Heteroskedastisitas jika titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu yang jelas dan menyebar di atas atau di bawah nol pada sumbu Y

Gambar 1 Heteroskedastisitas

Sumber: Data diolah dengan SPSS

Untuk mengetahui ada atau tidak adanya gejala heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik heteroskedastisitas antara nilai prediksi variabel dependen dan variabel independen. Dari sebar di atas titik-titik yang terlihat menyebar secara acak dan menyebar di atas dan di bawah angka 0 dan sumbu Y. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi, sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam pengujian.

2)   Analisis Regresi Linear Berganda

Hasil dari persamaan analisis regresi linier berganda disajikan di bawah ini:

 

 

Tabel 7

Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

 

 

          Model

 

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients

 

 

t

 

 

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

7,777

1,218

 

6,384

0,000

2

Pemilihan_Tempat

-0,044

0,098

-0,065

-0,455

0,651

3

Ketersediaan_

Produk

0,409

0,107

0,546

3,838

0,000

      Sumber: Data diolah dengan SPSS

Kesinambungan Bisnis = 7,777 – 0,044 Pemilihan Tempat + 0,409 Ketersediaan Produk + Nilai Kesalahan

Model persamaan regresi dapat diartikan sebagai berikut:

                                    a.      Konstanta 7,777 menyatakan bahwa Kesinambungan Bisnis adalah 7,777 jika variabel Pemilihan Tempat dan Ketersediaan Produk dianggap konstan atau sama dengan nol.

                                    b.      Koefisien regresi Pemilihan Tempat adalah -0,044, berarti bahwa jika nilai Pemilihan Tempat tidak meningkat (0), maka Kesinambungan Bisnis akan menurun sebesar 0,044.

                                    c.      Koefisien regresi variabel Ketersediaan Produk adalah 0,409, artinya jika nilai Ketersediaan Produk meningkat satu unit, maka Kesinambungan Bisnis akan meningkat sebesar 0,409.

4.    Uji Hipotesis

1)      Uji F Simultan (Uji F)

Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk menentukan tingkat efek signifikansi secara simultan dari variabel Memilih Tempat dan Ketersediaan Produk terhadap Kesinambungan Bisnis. 

Tabel 8. Uji F Simultan ( Uji F)

Anovaa

        Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

26,766

2

13,383

8,891

0,001b

 

Residual

73,753

49

1,505

 

Total

100,519

51

 

Sumber: Data diolah dengan SPSS

Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai Fcount = 8,891> Ftable = 3,18 dan nilai signifikan 0,001 <0,05, ini menunjukkan bahwa variabel Memilih Tempat dan Produk Ketersediaan Produk Secara Signifikan Mempengaruhi Kesinambungan Bisnis.

2)      Uji t Parsial (Uji t)

Untuk menguji secara parsial signifikansi model regresi untuk setiap variabel dapat diperoleh dengan menggunakan uji-t yang dapat dilihat pada tabel berikut:

               Tabel 9 Uji t Parsial (Uji t)

Coefficientsa

 

 

           Model

 

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

 

 

t

 

 

       Sig.

B

Std. Error

   Beta

1

(Constant)

7,777

1,218

 

6,384

0,000

 

Pemilihan_Tempat

-0,044

0,098

-0,065

-0,455

0,651

 

Ketersediaan_

Produk

0,409

0,107

0,546

3,838

0,000

Sumber: Data diolah dengan SPSS

a.       Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel Pemilihan Tempat menunjukkan nilai 𝑡hitung = -0,455 < 𝑡𝑡𝑎𝑏le = 2,01 dengan nilai signifikansi 0,651 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa variabel Pemilihan Tempat memiliki Pengaruh Negatif dan Tidak Signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis.

b.       Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel Ketersediaan Produk menunjukkan nilai 𝑡hitung = 3,838 > 𝑡𝑡𝑎𝑏le = 2,01 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa variabel Ketersediaan Produk memiliki Pengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis.

3)      Uji Koefisien Determinasi (r𝟐)

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi ditentukan oleh nilai r kuadrat (r2) yang disesuaikan.

                 Tabel 10 Uji Koefisien Determinasi (r2)

Model Summaryb

 

  Model

 

R

 

R Square

 

Adjusted R Square

 

Std. Error of the Estimate

1

0,516a

0,266

0,236

1,227

Sumber: Data diolah dengan SPSS

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,236 atau sebesar 23,6% bahwa variabel Kesinambungan Bisnis dapat dipengaruhi oleh variabel Pemilihan Tempat dan Ketersediaan Produk, dan sisanya 76,4% dapat dijelaskan oleh faktor lain tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan penelitian adalah: (a.) Variabel Pemilihan Tempat memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis. (b.) Variabel Ketersediaan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesinambungan Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bibliografi

 

Arianty, N. (2014). Analisis perbedaan pasar modern dan pasar tradisional ditinjau dari strategi tata letak (lay out) dan kualitas pelayanan untuk meningkatkan posisi tawar pasar tradisional. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 13(1).

 

Aryani, D. (2011). Efek pendapatan pedagang tradisional dari ramainya kemunculan minimarket di kota malang. JDM (Jurnal Dinamika Manajemen), 2(2).

 

Dakhoir, A. (2018). Eksistensi Usaha Kecil Menengah dan Pasar Tradisional dalam Kebijakan Pengembangan Pasar Modern. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 14(1), 31–41.

 

Iskamto, D. (2017). Analisis Kepuasan Pelanggan pada Alfa Mart Kalisari Jakarta. Eko Dan Bisnis: Riau Economic and Business Review, 8(1), 1–12.

 

Juliati, Y. S. (2015). Peranan Pasar Modal Dalam Perekonomian Negara. HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2(1), 95–112.

 

Nugraha, B. (2016). Pelaksanaan E-Marketing Pt. Garuda Indonesia Airlines Dalam Penjualan Tiket Secara Online Melalui Media Sosial.

 

Pramudyo, A. (2014). Menjaga Eksistensi Pasar Tradisional di Yogyakarta. Jurnal Bisnis, Manajemen, Dan Akuntansi, 2(1).

 

Pratiwi, A., Norisanti, N., & Samsudin, A. (2020). Analisis Pengaruh Harga Saham Terhadap Perolehan Laba (Studi Pada Perusahan Yang Melakukan Stock Split Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Universitas, 2(6).

 

Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung.

 

Utami, C. W. (2010). Manajemen Ritel_Strategi dan Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern Di Indonesia. 2010-ISBN: 978-979-061-127-6–Salemba Empat.

 

Utomo, T. J. (2010). Lingkungan Bisnis dan Persaingan Bisnis Ritel. Fokus Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 5(1).

 

Utomo, T. J. (2011). Persaingan bisnis ritel: tradisional vs modern. Fokus Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 6(1).